Di Indonesia Ternyata Ada 3 Reaktor Nuklir, Ini Lokasinya
Hingga kini reaktor nuklir pertama di Indonesia tersebut masih berfungsi penelitian dan produksi isotop.
Penulis: | Editor: Murtopo
Laporan wartawan Wartakotalive.com, Lilis Setyaningsih
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Indonesia sebenarnya sudah punya sejarah panjang pengembangan nuklir.
Presiden pertama RI Ir Soekarno memerintahkan membangun Reaktor Triga Mark II tak jauh dari kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dioperasikan tahun 1964 dengan daya 250 Kw, dan peningkatan daya reaktor triga menajdi 2000 kW pada tahun 2000.
Hingga kini reaktor nuklir pertama di Indonesia tersebut masih berfungsi penelitian dan produksi isotop.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Prof Dr Djarot S Wisnubroto dalam acara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tentang ‘Tanamkan Manfaat Baik Nuklir di Masyarakat’ di Hotel Amos Cozy, Kamis (2/11).
“Waktu itu Presiden Soekarno melihat ada lapangan yang biasanya hanya untuk pertandingan burung perkutut. Lalu beliau memerintahkan untuk membangun reaktor nuklir pertama di Indonesia,” ujarnya.
Tahun 1979 di Yogyakarta dioperasikan Reaktor Kartini dengan daya reaktor 100 kW.
Fungsi reaktor nuklir inipun masih sama yakni untuk penelitian dan pelatihan operator reaktor.
Tahun 1987 dibangun lagi di Serpong, Tangerang, dengan daya reaktor 30 Mw.
Fungsinya masih sama sebagai penelitian, produksi isotop, dan pengujian material.
Bahkan di Serpong juga dijadikan tempat penampungan limbah radioaktif dari seluruh Indonesia.
Rencananya di Serpong juga akan dijadikan percobaan pemanfaatan nuklir untuk listrik yang bisa memberikan listrik ke 2000 rumah sekitar Puspiptek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).
Dan masyarakat sekitar tempat dibangungnnya reaktor nuklir tersebut sampai sekarang tidak ada penolakan sama sekali.
Ia menjelaskan tantangan pemanfaatan nuklir di Indonesia sangat lekat ketidaktahuan masyarakat tentang nuklir.