Pabrik Petasan Terbakar
Ketakutan Ano Terbukti Benar
Perasaan bangga dan percaya yang dirasakan Ano (57), warga Tasikmalaya, ketika melihat putranya, Gunawan, bisa mandiri, kini pupus sudah.
Bayang-bayang bahaya petasan terus menggelayuti pikirannya, walaupun sang anak katanya telah mendapat gaji dan mengirimkan uang setiap bulan.
Namun sayang, kebahagian sang anak tidak berlangsung lama.
Baca: RS Polri Sediakan Nomor HP Khusus, Ruang Jenazah RS Polri Siap Tampung 80 Jenazah
Kabar meledaknya pabrik petasan di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten tepat seperti yang diceritakan sang anak muncul dalam pemberitaan televisi.
Dirinya yang panik pun segera menelepon sang anak yang tidak kunjung mengangkat panggilan teleponnya.
"Selama kerja memang belum sempat pulang ke rumah, cuma telepon aja. Saya dari pertama berangkat (merantau) sampai sekarang belum ketemu sama anak," ungkapnya sedih.
Namun, nasi sudah menjadi bubur, dirinya mengaku hanya bisa pasrah atas kehendak Tuhan.
Ano hanya berharap agar bisa segera membawa pulang dan memakamkan jenazah anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ano-tasik_20171027_095911.jpg)