Makaroni Ngehe, Terdengar Vulgar Tapi Baca Dulu Alasan Nama Unik Itu
Ali bercerita, sebelum memulai bisnis makaroni, dirinya banyak mengalami pasang surut menjalani kehidupan.
"Saya cicil setiap bulannya dan bulan kedelapan lunas, dari awal omzet Rp 30.000 naik jadi Rp 100.000, naik lagi hingga Rp 500.000 per hari, saat itu saya bahagia sekali, karena hasil dari keringat sendiri, dari situ saya beranikan buka cabang," jelas Ali.
Kini Makaroni Ngehe sudah merambah di berbagai kota mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, hingga Yogyakarta dan mampu menghabiskan makaroni 30 ton per bulan.
Ali pun bahagia telah membuka lapangan pekerjaan bagi 400 orang yang berkerja dengan dirinya, tak hanya itu, Makaroni Ngehe juga tengah membuka cabang baru yang diberi nama Makaroni Ngehe Premium dimana oultet tersebut dibuka di mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta dan Yogyakarta. (Kompas.com)
Kompas.com: Inilah Ali Muharam, Sosok di Balik Camilan Populer "Makaroni Ngehe"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171009-makaroni-ngehe_20171009_132058.jpg)