Breaking News:

Isu Kebangkitan Komunis

Ini Alasan Utama Bung Karno Tak Mau Bubarkan PKI, Diceritakan Soeharto Dalam Video Dokumentasi

Soekarno dengan enteng, kata Soeharto, mengatakan, "Ini perjuangannya Bapakmu (Bung Karno). Serahkan kepada saya.

Selain melaporkan situasi keamanan terkini, Soeharto yang menemani Soeharto sepanjang perjalanan sempat mempertanyakan tentang mobilisasi PKI yang kian meningkat di wilayah Jawa Tengah.

Apalagi, PKI memenangi Pemilu tahun 1955 di Jawa Tengah sehingga cukup mengkhawatirkan dirinya sebagai prajurit TNI.

Kepada sang presiden, Soeharto mempertanyakan apakah keberadaan PKI dapat mengancam NKRI.

"Pada waktu itu, beliau mengunjungi daerah dalam rangka saya penguasa perang, saya mendampingi beliau di mobil," ujar Soeharto dalam video itu.

"Saya banyak melaporkan soal keamanan. Kemudian saya tanya kepada beliau, karena setelah pemilihan umum pada waktu itu untuk dewan konstituante, pak ini mengenai PKI di Jawa Tengah itu menang, apakah tidak membahayakan Pancasila?"

Pertanyaannya merunut pada ideologi PKI yang menganut paham komunis. Paham tersebut dinilainya tidak sejalan dengan ideologi Pancasila.

Namun, Soekarno digambarkannya tidak terkejut. Sang Proklamator justru menyampaikan bahwa bangkitnya PKI berasal dari dukungan rakyat yang harus diperhatikan dan diperjuangkan.

Menurut Soeharto, ideologi komunis berbeda dengan ideologi Pancasila. Karena itu, jika PKI menang dalam pemilu, partai ini bisa mendirikan negara komunis.

Ditanya hal itu, Soekarno kata Soeharto mengatakan, "kan kenyataan bahwa PKI itu mendapatkan dukungan daripada rakyat, lahan kekuatan yang harus kita perhatikan, kita perhitungkan. Karena itu harus kita perjuangkan untuk menjadikan PKI itu menjadi PKI Pancasila."

Soeharto yang masih ragu bahwa Bung Karno mampu menjadikan PKI yang Pancasilais terus bertanya. "Apa mungkin Pak. Kan ideologinya beda."

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved