Jumat, 17 April 2026

Polrestabes Surabaya tetap Berikan Izin Bertanding kepada Persebaya

Kepolisian Surabaya tetap memberikan izin bertanding Persebaya menyusul terjadinya bentrokan antara massa bonekmania dan anggota perguruan silat.

Antaranews.com
Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar (Kombes) Pol M Iqbal. (ANTARA /Didik Suhartono) 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya tetap memberikan izin pertandingan bagi Persebaya di Surabaya menyusul terjadinya bentrokan yang melibatkan massa bonekmania, julukan suporter Persebaya, yang menyebabkan dua orang meninggal.

"Persebaya adalah image Kota Surabaya. Kami tetap beri izin bertanding pada laga kandang di Surabaya," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Muhammad Iqbal kepada wartawan di Surabaya, Minggu.

Iqbal menilai bentrokan yang melibatkan massa bonekmania seusai laga antara Persebaya dan Persigo Semeru FC Lumajang yang menyebabkan dua orang meninggal pada Minggu dini hari adalah kejadian yang bersifat spontan.

"Itu cuma kejadian spontanitas. Tidak bisa menjadi dasar bagi kami untuk tidak memberikan izin pertandingan Persebaya di Surabaya," katanya.

Bentrokan itu melibatkan massa bonekmania dan sejumlah anggota sebuah perguruan silat.

Menurut Iqbal, sebenarnya pihak kepolisian sudah berhasil membubarkan dua kelompok tersebut mulai bersinggungan di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya pada sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu (30/9) malam.

Namun polisi gagal mengantisipasi bahwa ternyata massa bonek masih melakukan penghadangan iring-iringan anggota perguruan silat ini dan melakukan pembakaran satu unit sepeda motor yang menyebabkan dua orang pesilat meninggal dunia.

Secara keseluruhan, kata Iqbal, massa bonekmania di setiap pertandingan laga Persebaya di Surabaya telah berlaku tertib.

"Teman-teman bonek selama ini telah memenuhi aturan dan berlaku tertib di setiap pertandingan Persebaya di Surabaya. Kejadian semalam itu cuma spontan saja," ucapnya.

Siang ini Polrestabes Surabaya mengundang seluruh koordinator bonek di tiap tingkat kecamatan se- Surabaya.

"Selain untuk melakukan penyelidikan atas kejadian semalam, juga untuk menguatkan jika ke depan terjadi lagi gesekan dengan kelompok masyarakat setelah menyaksikan pertandingan Persebaya agar diserahkan kepada aparat yang menanganinya," ujarnya.

Sumber:
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved