Nikah Siri

Situs Nikahsirri.com Berawal dari Partai Ponsel

Pendiri situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi (49), menjelaskan latar belakang berdirinya situs tersebut.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Aris Wahyudi (kiri) menjelaskan soal situs nikahsirri.com miliknya, di hadapan Kapolsek Jatiasih Komisaris Ili Anas (kanan), di rumahnya, Perumahan TNI AU Angkasa Puri RT 01/10, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (23/9/2017). 

WARTA KOTA, BEKASI - Pendiri situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi (49), menjelaskan latar belakang berdirinya situs tersebut.

Menurut warga kelahiran Cilacap, Jawa Tengah ini, awalnya dia membangun partaiponsel.org di situs internet.

Partai Ponsel bukan seperti partai politik pada umumnya yang mengejar kedudukan di pemerintahan. Sebaliknya, Partai Ponsel yang dideklarasikan di Gedung Juang Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (19/9/2017) lalu, hanya wadah berkumpulnya pelopor.

Baca: Pembuat Situs Nikahsirri.com Kaget Lihat Respons dan Animo Besar Masyarakat

Pelopor yang dimaksud adalah relawan yang ingin mengubah perekonomian masyarakat, khususnya warga tidak mampu. Menurut Aris, partai ini sangat berbeda dengan partai politik.

"Untuk partai yang besar, selalu ada kompromi politik, sehingga para kadernya ringkih untuk menyampaikan aspirasinya," kata Aris, Sabtu (23/9/2017).

Berbeda dengan Partai Ponsel yang baru lahir ini, terbebas dari intrik politik dalam menyampaikan pendapat.

Baca: Pendiri Situs Nikahsirri.com Lulusan University of Essex Inggris

"Pengikut partai ini terbebas dari istilah 'merasa tidak enak hati' dalam menyampaikan aspirasi alias ceplas ceplos," jelasnya.

Berangkat dari persoalan itu, mereka kemudian meluncurkan platform nikahsirri.com. Platform nikahsirri.com dianggap mampu menekan angka kemiskinan, lewat kaum perempuan yang ingin menikah namun tiada biaya.

Perempuan yang ingin dipinang akan menjadi peserta lelang perawan atau disebut mitra. Sementara sebagai pihak yang mengikuti proses lelang adalah klien.

Baca: Pendiri Nikahsirri.com: Pada Prinsipnya Dunia Ini Seperti Lelang

Keduanya akan dipertemukan melalui situs tersebut.

Klien diwajibkan membeli satu koin mahar minilai 1 (setara Rp 100 ribu) untuk mengakses peserta lelang. Nantinya, di tiap peserta lelang akan dipampang nilai mahar berdasarkan satuan koin mahar.

"Besaran nilai mahar kita serahkan ke para peserta lelang dalam hal ini mitra dan klien," ujar Aris.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved