Para Pelajar Pengeroyok Polisi Bawa Borgol untuk Tawuran
Saat ini sudah 14 pelajar yang ditangkap dan mendekam di balik jeruji besi Polsek Cisauk. Mereka di tangkap pada Jumat (8/9/2017) hingga Senin (11/9/2
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Alija Berlian Fani
WARTA KOTA, CISAUK - Puluhan pelajar yang mengeroyo polisi, ternyata selain membawa celurit, juga membawa borgol untuk tawuran.
Dari barang bukti yang dirilis Kapolsek Cisauk AKP Abdul Kohar, terdapat satu buah tas, dua buah celurit, tiga buah telepon genggam, dan satu buah borgol.
"Mereka bawa itu (borgol) buat sok-sokan, ngakunya punya teman, diduga digunakan sebagai alat berkelahi, jadi digenggam ditangan seperti knuckle," ungkap Kohar kepada wartakotalive.com di Mapolsek Cisauk, Jumat (15/9/2017).
Baca: Diminta Turun dari Truk, 14 Pelajar Malah Sabet Polisi Pakai Celurit
Saat ini sudah 14 pelajar yang ditangkap dan mendekam di balik jeruji besi Polsek Cisauk. Mereka di tangkap pada Jumat (8/9/2017) hingga Senin (11/9/2017) lalu.
"Masih ada yang buron, mereka ada sekitar 30 orang. Mereka (yang sudah ditangkap) mengaku hanya tahu namanya tapi enggak tahu tempat tinggalnya," ujar Kohar.
Para pelajar itu diciduk karena mengeroyok menggunakan senjata tajam terhadap Aiptu Sugiri, saat sedang mengatur lalu lintas di depan SMAN 2 Tangsel, Muncul, Setu.
Baca: 30 Pelajar Pengeroyok Polisi Masih Diburu
Kasat Reskrim Polres Tangsel Ajun Komisaris Polisi Alexander Yurikho mengungkapkan, mulanya Aiptu Sugiri pada Kamis (10/9/2017) sedang bertugas mengatur arus lalu lintas di depan SMAN 2 Tangsel,
"Saat itu korban yang mengenakan seragam dinas Polri, melihat kendaaan truk tronton yang melintas dan membawa puluhan pelajar berseragam sekolah," ungkapnya saat dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (12/9/2017).
Kemudian, Aiptu Sugiri menghentikan truk dan meminta para pelajar itu turun dari kendaraan.
Baca: Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018, Komisi X DPR Minta Indonesia Jangan Tiru Malaysia
“Saat Aiptu Sugiri meminta para pelajar itu turun dari truk, seorang pelajar berinisal A tidak terima, hingga kemudian memukul korban dengan tangan kanan, namun berhasil ditangkis,” jelas Kasat Reskrim.
Melihat temannya bersitegang dengan anggota kepolisian, para pelajar yang membawa senjata tajam menghampiri korban, dan seorang pelaku berinisial RR menyerang korban menggunakan celurit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pelajar-serang-polisi-4_20170915_113715.jpg)