Sumayah, Korban Kecelakaan Tol Cipali: Ini Tangannya Tambah Sakit
Salah satu korban luka dalam kecelakaan di Tol Cipali yang merenggut lima nyawa, Sumayah (16), mengaku tangan kananku makin bertambah sakit.
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Fred Mahatma TIS
Namun takdir berkata lain dalam perjalanan mobil yang mereka tumpangi kecelakaan.
"Tiga orang kakak dan adik saya meninggal dunia. Juga paman dan bibi," katanya lirih.
Sejumlah tetangga, kerabat serta rekan Sumayah bekas satu SMP-nya tampak terus mendampingi Sumayah dan mencoba menghiburnya.
Tak jarang, Sumayah kerap meringis dan mengeluh kesakitan di tangannya yang patah dan masih dibalut dua papan penyangga.
"Terasa makin sakit tangan saya. Pengennya papan penyangganya dibuka, tapi ngga boleh," keluh Sumayah dengan wajah lelah bercampur duka.
Satu Mobil
Para korban tewas dan luka-luka itu semuanya berada di mobil Toyota Kijang milik Saefudin (48), ayah Sumayah, yang dikemudikan Sabar Harianto (40) warga Bogor, Jawa Barat, paman Sumayah atau adik ibunya.
Sabar merupakan adik ipar Saefudin (48) warga Perumahan Pondok Sukatani Permai Jalan Semangka VI, RT 12, RW 18, Kelurahan Sukatani, Tapos, Depok.
"Jadi yang bawa mobil adalah adik ipar saya dan saat kejadian saya duduk di sampingnya," kata Saefudin di rumahnya.
"Yang saya ingat, sebelum mobil kami ringsek, mobil kami kehilangan kendali, berputar dan akhirnya melompat ke lajur sebelahnya yang berlawanan arah," imbuh Saefudin yang mengaku tak ada firasat apapun sebelum peristiwa yang merenggut nyawa tiga anaknya ini terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170902-kecelakaan-tol-cipali_20170902_193020.jpg)