Selasa, 26 Mei 2026

Jalan Puri Molek Dekat Gedung CNI Jadi Pasar Malam

Pedagang yang dipanggil Pak'De oleh pedagang lainnya itu mengaku, ada yang mengelola pasar malam itu.

Tayang:
Warta Kota/Bintang Pradewo
Jalan Puri Molek Dekat Gedung CNI Jadi Pasar Malam 

Dia mengungkapkan, kawasan pasar malam itu memang sudah sangat crowded. "Memang sudah crowded. Itu bukan punya kita, saya tidak mau campuri itu. Masih banyak yang mau dibina. Itu ada oknumnya, ada setoran. Tapi saya tidak mau campuri itu. Tidak mungkin kalau tidak ada (setoran)," jelasnya.

Menurutnya, Sudin KUKMP Jakarta Barat memang sempat berencana membina pedagang di sana, beberapa waktu lalu. Namun, karena banyaknya jumlah pedagang dan sudah dikoordinir sehingga sulit untuk dibina.

"Tadinya rencana kita ingin jadikan CSR, ingin kita bangun ya. Tapi lihat-lihat kondisi tidak mungkin, akhirnya tidak jadi. Ya pedagang terlalu banyak dan sudah ada yang mengkoordinir. Sudah gitu juga kalau kita bangun di situ terlampau banyak, itu kan banyak pedagangnya, akhirnya estetikanya tidak bagus jadinya nanti," katanya.

Ia menegaskan, semua pedagang di wilayah itu bukan binaan Sudin UMKM Jakarta Barat. "Yang jelas bukan punya Pemda, dan di luar UMKM. Pasti ngeluh (masyarakat). Itu tanah kosong di sana sudah ada bangunan sekarang. Sudah kayak hotel, mereka sekat-sekat begitu. Tanah kosong sudah ada bangunan permanen itu kan sudah tidak benar," tegasnya.

Menyoal apakah akan dilakukan penertiban, Silvy enggan berkomentar banyak karena penertiban bukan masuk ranah pekerjaannya.

"Itu bukan ranah saya, itu Satpol PP. Kalau pembinaan UMKM itu ranah saya. Jadi saya tidak bisa jawab. Kalau bukan binaan kami, saya juga tidak bisa ngomong atau masuk (ke pedagang) juga. Kalau PKL, tanggungjawab pamong bersama instansi terkait," ucapnya.

Silvy menjelaskan, pihaknya sudah membangun sejumlah lokasi binaan usaha kecil menengah. Seperti di kawasan Puri Kencana dan Pasar Kopro, Jakarta Barat. Semuanya tertib dan dikelola secara teratur.

Kucing-Kucingan

Sementara itu, Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo mengatakan pihaknya selalu melakukan penertiban. Namun, para pedagang masih tetap membandel dan berjualan disana.

"Sudah beberapa kali kita tertibkan , tapi saya akui mereka kucing - kucingan dengan anggota dan mereka selalu berkomunikasi melalui hp kalau mau ada penertiban dan menghilang sebentar. Begitu anggota ke lokasi lain PKL nya balik lagi. Karena kalau ditunggui hanya satu dua anggota pasti di lawan sama mereka," ucap Tamo.

Menurut dia pihak Satpol PP tidak fokus disana. Melainkan di RPTRA Kalijodo dan Kawasan Kota Tua. Oleh sebab itu, pihaknya hanya akan melakukan monitor di lokasi tersebut.

"Kita patroli rutin saja. Karena kita lebih fokus utk Kawasan Kota Tua dan Kalijodo," ungkap dia.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved