Senin, 13 April 2026

Dishub Depok Nilai Unjuk Rasa Warga Tolak SSA Adalah Wajar

"Dalam momentum unjuk rasa warga ini, kami akan menjelaskan alasan utama kebijakan uji coba SSA, kami terapkan," kata Gandara Budiana

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Unjuk rasa warga di Balai Kota Depok, tolak ujicoba SSA, Rabu (30/8). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok Gandara Budiana menilai bahwa aksi unjuk rasa warga yang menolak ujicoba penerapan sistem satu arah (SSA) dalam beberapa hari terakhir dan Rabu (30/8/2017) sore unjuk rasa digelar di Balai Kota Depok, adalah hal yang wajar.

Menurutnya kebijakan baru meski masih dalam tahap ujicoba memang selalu ada pro dan kontra.

"Kami menghargai hak warga dalam menyampaikan aspirasinya. Kami siap menerima masukan dan keluhan warga serta siap berdiskusi dengan warga yang berunjuk rasa. Dalam momentum unjuk rasa warga ini, kami akan menjelaskan alasan utama kebijakan uji coba SSA, kami terapkan," kata Gandara, sesaat sebelum menerima para perwakilan pengunjuk rasa di Balai Kota Depok, Rabu (30/8/2017).

Unjuk rasa warga di Balai Kota Depok, tolak ujicoba SSA, Rabu (30/8).
Unjuk rasa warga di Balai Kota Depok, tolak ujicoba SSA, Rabu (30/8). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Seperti diketahui puluhan warga yang menolak dan meminta ujicoba sistem satu arah (SSA) di Jalan Dewi Sartika, Jalan Nusantara dan Jalan Arif Rahman Hakim (pukul 15.00-22.00) dibatalkan dengan berunjuk rasa di Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Nusantara, Rabu (30/8/2017) siang, akhirnya menggeruduk Balai Kota Depok.

Mereka menggelar orasi sambil membawa spanduk di depan Gerbang Balai Kota Depok. Puluhan petugas Satpol PP Depok serta polisi tampak berjaga-jaga.

"Kami atas nama warga di sekitar jalur SSA sudah kirim surat resmi ke Wali Kota dan Dishub, untuk menghentikan atau membatalkan SSA. Namun tak juga ditanggapi dan SSA terus dilakukan. Karenanya kami demo ke Balai Kota," kata Ahmad, salah seorang warga, Rabu.

Sejumlah perwakilan warga yang berunjuk rasa akhirnya diperkenankan menemui pihak terkait terutama Dishub Depok di aula Balai Kota Depok.

Seperti diketahui dalam tiga hari terakhir, puluhan warga Kelurahan Depok Jaya di sekitar jalur SSA, kerap berunjuk rasa dengan berkumpul dan membentangkan spanduk di sisi jalur SSA.

Hal itu kembali terjadi Rabu (30/8/2017) sore di Jalan Nusantara dan Jalan Arif Rahman Hakim.

Unjuk rasa warga di Balai Kota Depok, tolak ujicoba SSA, Rabu (30/8).
Unjuk rasa warga di Balai Kota Depok, tolak ujicoba SSA, Rabu (30/8). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Aksi warga terbilang tertib dan tidak mengganggu lalu lintas.

Selain berorasi yang intinya meminta SSA dibatalkan, warga menilai SSA menyulitkan aktifitas warga selain membuat ruas jalan menjadi rawan kecelakaan.

Warga juga menilai SSA tidak mengurai kemacetan dan hanya memindahkannya saja ke jalan lingkungan di sekitarnya.

"Mau kemana-mana jadi susah karena SSA. Kasihan kami rakyat kecil, yang harus mengeluarkan uang lebih karena harus memutar jika mesti kemana-mana," kata Yono warga Depok Jaya, Rabu (30/8/2017).

Toro, perwakilan Ketua Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya, mengatakan unjuk rasa dalam beberapa hari ini dilakukan agar Pemerintah Kota Depok membatalkan kebijakan baru Sistem Satu Arah (SSA).

“Kami menolak penerapan SSA, dan meminta ujocoba dihentikan atau dibatalkan," katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved