Breaking News:

Dishub Depok Nilai Unjuk Rasa Warga Tolak SSA Adalah Wajar

"Dalam momentum unjuk rasa warga ini, kami akan menjelaskan alasan utama kebijakan uji coba SSA, kami terapkan," kata Gandara Budiana

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Unjuk rasa warga di Balai Kota Depok, tolak ujicoba SSA, Rabu (30/8). 

Selain berorasi yang intinya meminta SSA dibatalkan, warga menilai SSA menyulitkan aktifitas warga selain membuat ruas jalan menjadi rawan kecelakaan.

Warga juga menilai SSA tidak mengurai kemacetan dan hanya memindahkannya saja ke jalan lingkungan di sekitarnya.

"Mau kemana-mana jadi susah karena SSA. Kasihan kami rakyat kecil, yang harus mengeluarkan uang lebih karena harus memutar jika mesti kemana-mana," kata Yono warga Depok Jaya, Rabu (30/8/2017).

Toro, perwakilan Ketua Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya, mengatakan unjuk rasa dalam beberapa hari ini dilakukan agar Pemerintah Kota Depok membatalkan kebijakan baru Sistem Satu Arah (SSA).

“Kami menolak penerapan SSA, dan meminta ujocoba dihentikan atau dibatalkan," katanya.

Menurut Toro, SSA membuat kemacetan berpindah ke jalan lingkungan atau permukiman warga di sekitar jalur SSA.

"Jadi ada kemacetan baru di jalan permukiman warga. Jelas ini mengganggu kenyamanan kami," katanya.

Karenanya kata dia beberapa permukima terutama di Perumnas Depok Satu sempat melakukan aksi tutup portal jalan di sejumlah titik pintu masuk area perumahan warga, yang dilintasi kendaraan akibat dampak SSA.

"Ini terpaksa kami tutup, karena timbul titik kemacetan baru di wilayah perumahan kami akibat SSA," katanya.

Menurutnya Pemkot Depok dapat mengambil solusi lain seperti rencana percepatan pembangunan Fly Over atau Underpass di jalan Dewi Sartika untuk mengurai kemacetan.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved