Sabtu, 11 April 2026

Temuan Dwidayatour, Masyarakat di Simpang Jalan Antara Bertransaksi Online dan Offline

Teernyata gaya hidup masyarakat sedang berada di simpang jalan. Transaksi online mulai meningkat tajam, namun transaksi langsung belum surut juga.

Penulis: |

Laporan wartawan WARTAKOTALIVE.COM, LILIS SETYANINGSIH

WARTA KOTA, TANJUNG DUREN -- Saat ini gaya hidup masyarakat sedang berada di persimpangan jalan. Transaksi secara online (daring) mulai meningkat tajam, namun transaksi langsung atau offline belum kekurangan minat, termasuk dunia bisnis travel.

Masyarakat begitu akrab dengan transaksi online untuk membeli tiket pesawat, pemesanan hotel, serta pengurusan dokumen. Namun, bertatap muka dan berkomunikasi langsung masih menjadi kelebihan bertransaksi offline.

Salah satu travel agent, PT Dwidaya World Wide atau Dwidayatour melakukan survei pada awal tahun terhadap 1.000 responden.

Ternyata mayoritas konsumen tergolong multi channel. Artinya mencari informasi dari mana saja, baik secara online maupun offline.

Kendati 83 persen responden mempersepsikan online lebih murah, sebanyak 76,2 persen responden menyatakan masih membeli tiket dari travel agent.

Wakil Presiden Bidang Komersial Dwidayatour, Hendriyapto, mengemukakan, transaksi secara daring memang memberikan kemudahan, namun konsumen tetap membeli produk di jaringan cabang mereka.

"Terutama produk dengan karakter high involvement yang menuntut penjelasan cukup spesifik ke konsumen sehingga diperlukan tatap muka dengan frontliner di offline channel kami, “ ujar Hendriyapto dalam konferensi pers “50 Tahun Dwidayatour” di Lucy in The Sky, Selasa (18/7/2017).

Selanjutnya, papar Hendri, beberapa alasan responden masih bertransaksi di travel agent antara lain karena harga yang kompetitif, variasi produk yang lengkap, dan referensi kerabat.

Dia juga mengakui ketiga hal tersebut juga dimiliki online travel agent (OTA). Namun konsumen masih tetap memilih bertransaksi secara offline di jaringan cabang.

Kendati masih tetap mendapat ‘hati’ di masyarakat, Hendri mengakui, generasi milenial yang menjadi penentu keputusan di masa depan lebih akrab dengan transaksi online.

Hal itu dibuktikan selama 2016, Dwidayatour telah mencatat transaksi online channel hingga tiga digit atau 100 persen dari tahun sebelumnya.

“Dari data yang kami miliki, transaksi online lebih banyak dilakukan oleh target dengan usia 20-30 tahun atau milenial." ujarnya.

Hal ini menurutnya tentu menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk terus berinovasi menawarkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan pasar ini.

"Meskipun saat ini segmen pasar online belum mencapai lima persen dari total portofolio bisnis Dwidayatour,” ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved