Senin, 20 April 2026

Ledakan Tabung Gas Balon di Dekat SMK Bina Insani Mirip Dentuman Bom

Suasana pagi di sekitar SMK Bina Insani di Jalan H Mansyur Tangerang tiba-tiba berubah gaduh pada Rabu pagi ketika sebuah tabung gas balon meledak.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Lokasi tempat meledaknya tabung gas balon di Jalan H. Mansyur Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Tangerang, Banten pada Rabu (19/7/2017). 

Laporan Warta Kota, Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG -- Suasana pagi yang sejuk di Jalan H. Mansyur Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Tangerang tiba-tiba berubah menjadi gaduh pada Rabu (19/7/2017). Dentuman keras memekakkan telinga orang-orang yang ada di sekitarnya.

Suara tersebut berasal dari tukang balon yang tengah dikerumungi para pelajar SMK Bina Insani yang tampak mengenakan seragam pramuka. Tiba-tiba orang-orang yang ada di sekitarnya jatuh terpental.

Ada yang terpelanting hingga beberapa meter karena tabung gas balon tersebut meledak tiba-tiba. Sejumlah siswa berteriak-teriak histeris terpapar ledakan dan suasana yang membuat mereka katakutan.

Di antara mereka ada yang tersungkur ke tanah. Sebagian lainnya lari tunggang langgang sambil berteriak-teriak minta tolong.

Sang penjual balon sendiri, Parto (50), berada dalam keadaan mengenaskan. Dia terpental hingga kejauhan lima meter dan mengalami luka bakar yang cukup serius.

Ipul (47), salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan, sebelum insiden tersebut berlangsung, tukang balon itu sempat meminta air kepadanya.

Namun dalam hitungannya baru saja Parto mangkal di dekat SMK Bina Insani, lelaki penjual balon gas itu sudah dikerubungi para pelajar yang hendak membeli balon.

Saat ini siswa SMK Bina Insani memang tengah menjalani masa orientasi sekolah (MOS). Para peserta MOS mendapatkan perintah dari panitia untuk membawa balon dalam kegiatan di sekolah itu.

Parto berjualan balon yang ditiup dengan gas. Tabung gasnya ia usung dengan sepeda motor. Tiap balon yang sudah berisi udara diletakkan di kedua sisi motornya.

"Dia (Parto) sempat minta air buat ngademin tabungnya kalau udah panas. Tapi belum sempat ngambil air, sudah ramai anak-anak datang mau beli. Nah, tiba-tiba tabungnya meledak. Suaranya kaya ledakan bom. Kenceng banget," ujar Ipul saat ditemui Warta Kota di sekitar tempat kejadian.

Menurut Ipul ledakan tabung has itu keras sekali sehungga dia mengaku tak heran kalau puluhan pelajar menjadi korban.

"Sampe-sampe ada anak sekolah yang seragamnya pada sobek," ucap lelaki yang yang bekerja sebagai juru parkir di lokasi tersebut.

Masih menurut Ipul, setelah anak-anak meminta tolong, pihak sekolah pun langsung memanggil bantuan.

"Sangking banyaknya korban mereka terus dievakuasi pakai mobil bak (terbuka)," tambahnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved