Jumat, 5 Juni 2026

Penganiayaan Hermansyah

Kapolda Duduk Semeja dengan Penganiaya Hermansyah, Kuasa Hukum Protes

Azam Khan menyebut potret tersebut menunjukkan perlakuan istimewa terhadap seorang pelaku kejahatan sadis.

Tayang:
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pengeroyok Hermansyah dusuk satu meja dengan Kapolda Mtero Jaya, yang viral di media sosial. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Azam Khan, kuasa hukum ahli telematika Hermansyah yang juga Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), melayangkan protes terkait perlakuan khusus jajaran kepolisian terhadap pelaku penusukan.

Sebelumnya, beredar di media sosial pelaku penusukan Hermansyah, Edwin Hitipeuw (37) dan Lauren Paliyama (31), berbincang satu meja secara santai dengan jajaran kepolisian, usai ditangkap pada Rabu (12/7/2017) dini hari.

Dalam foto tersebut pelaku tampak rileks tanpa ada penjagaan khusus atau diborgol, bahkan mereka disajikan minuman berupa teh.

Baca: Bikin Status Hina Bekasi di Facebook, Perantau Asal Bojonegoro Diciduk Polisi

Azam Khan menyebut potret tersebut menunjukkan perlakuan istimewa terhadap seorang pelaku kejahatan sadis.

"Gambar yang beredar di medsos menunjukkan perlakuan istimewa terhadap seorang preman. Kalau berdasarkan etika, tidak boleh seseorang yang sudah dinyatakan sebagai tersangka bisa duduk satu meja dengan Kapolda, Kapolres, serta jajaran kepolisian lainnya," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (13/7/2017).

Azam Khan menyatakan beredarnya gambar tersebut bisa menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca: Djarot: Satu Rumah Saja Dibiarin di Kolong Tol Kalijodo, Beranaknya Cepat Sekali

"Itu etikanya di mana, kenapa saat itu juga tidak langsung dipakaikan baju tahanan, kan sudah dinyatakan sebagai tersangka. Justru pelaku tampak dilayani dengan baik, wajar kalau timbul keresahan di masyarakat," tuturnya.

Walaupun begitu, ia tetap mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah secara sigap membekuk para pelaku.

"Tentu kami ucapkan terima kasih kepada polisi karena pelaku segera terungkap. Kami minta fakta-fakta yang ada diungkapkan sejelas-jelasnya," harapnya. (Rizal Bomantama)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved