Jumat, 1 Mei 2026

Tagihan Listrik PJU Pemprov DKI Turun Drastis Sejak Pakai Lampu LED Smart

Sebab, sampai pertengahan 2017, belum seluruh lokasi tiang PJU di Jakarta memakai lampu LED.

Tayang:
WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW
Pusat pemantauan lampu jalan se-DKI Jakarta di kantor Dinas Energi dan Perindustrian DKI Jakarta di kawasan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, beberapa waku lalu. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Tagihan pembayaran listrik lampu penerangan jalan umum (PJU) Pemprov DKI Jakarta turun, semenjak beralih ke lampu LED smart.

Kepala Bidang Pencahayaan Kota Dinas Energi dan Perindustrian DKI Jakarta Syamsul Bahkri mengatakan, saat ini pembayaran listrik setiap bulan sebesar Rp 29 milliar.

"Sebelum beralih ke lampu LED smart, pembayarannya bisa mencapai Rp 40 milliar tiap bulan," kata Syamsul ketika ditemui Wartakotalive.com di ruang kerjanya, di Kantor Dinas Energi dan Perindustrian DKI di kawasan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017).

Baca: Komisioner Komnas HAM: Rizieq Shihab Tak Mewakili Seluruh Ulama

Syamsul yakin pembayaran listrik masih bakal turun. Sebab, sampai pertengahan 2017, belum seluruh lokasi tiang PJU di Jakarta memakai lampu LED.

Saat ini baru sebanyak 89.417 titik dari total 212 ribu titik lampu di Jakarta yang sudah dipasangi LED. Sebanyak 94 ribu lampu baru akan dipasang tahun ini, dan pengadaannya masih dalam proses lelang. Sisanya akan dipasang tahun depan.

"Saya yakin kalau seluruh titik sudah terpasang lampu LED, tagihan listrik PJU pasti turun lagi. Saya perkirakan bisa hanya Rp 20 milliar saja tiap bulan," ujar Syamsul.

Baca: Mantan Pengacara: Kalau Enggak Kelar, Novel Baswedan akan Terus Berikan Clue kepada Publik

Penurunan terjadi karena angka watt yang dipakai jauh lebih rendah untuk kekuatan lampu yang sama.

Tadinya gang-gang sempit di Jakarta menggunakan lampu 70 watt. Tapi setelah beralih ke LED, cukup menggunakan 40 watt dengan tingkat penerangan yang sama.

Di jalan lingkungan, dari 150 watt, pemakaian lampu cukup hanya 90 watt saja. Lalu di Jalan penghubung, dari 250 watt, merosot hanya 120 watt. Terakhir di jalan protokol, kini hanya memakai LED 200 watt. Padahal, sebelumnya memakai lampu 400 watt.

Baca: Yusril Ihza Mahendra Siap Jadi Penengah Rekonsiliasi Antara Rizieq Shihab Cs dengan Pemerintah

Selain itu, kata Syamsul, usaha mengirit pemakaian lampu juga masih terus dilakukan. Sejak April 2017, Dinas Energi mulai memetakan lokasi-lokasi di Jakarta, di mana lampu jalan jadi mubazir di waktu-waktu tertentu.

Terutama di jalan-jalan inspeksi maupun jalan penghubung yang sepi dan tak rawan kriminal. Syamsul mengatakan, lampu di jalan dengan kategori itu akan diredupkan di jam-jam di mana kesibukan menghilang.

"Bukan dimatikan ya, tetapi hanya diredupkan saja," jelas Syamsul.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved