Sabtu, 30 Mei 2026

Koran Warta Kota

Sebenarnya Penyebab Kematian Dokter Jaga karena Penyakit Ini

Seorang dokter anestesi, dr Stefanus Taofik SpAn, meninggal dunia mendadak saat kebagian tugas jaga/piket Lebaran.

Tayang:
Warta Kota
Dokter meninggal 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Seorang dokter anestesi, dr Stefanus Taofik SpAn, meninggal dunia mendadak saat kebagian tugas jaga/piket Lebaran.

Kabar duka ini bermula dari tulisan akun Twitter @blogdokter pada Selasa (27/6) malam. Di situ ditulis bahwa ada seorang dokter spesialis anestesi yang sedang menempuh pendidikan subspesialis Konsultan Intensive Care (KIC) ditemukan meninggal dunia di kamar jaga RS Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya.

Kabar yang beredar di media sosial, Stefanus meninggal karena kelelahan akibat piket Lebaran selama lima hari berturut-turut di tiga rumah sakit berbeda.

Stefanus merupakan seorang dokter asal Cakranegara, Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Baca: Yasonna Laoly Terima 84 Ribu Dolar AS Hasil Korupsi e-KTP di Ruang Kerjanya

Ia berusia 35 tahun, meninggalkan seorang istri dan seorang putra. Sang istri saat ini sedang menempuh pendidikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. 

Dokter Meninggal Saat Piket Lebaran
Dokter Meninggal Saat Piket Lebaran (twitter @blogdokter)

Sekjen PB IDI dr M Adib Khumaidi membenarkan kejadian meninggalnya dokter itu secara mendadak saat piket lebaran.

Namun menurut dia, Stefanus meninggal bukan karena bekerja selama 5 hari berturut-turut alias overworked.

"Dengar informasi dari teman-teman perhimpunan anestesi, dia bukan jaga lima hari, tapi jaga 2x24 jam. Itupun jaganya hanya jaga anfal," ujarnya pada Wartakotalive.com, Rabu (28/6).

Jaga anfal merupakan dokter yang siaga apabila ada kejadian mendadak, terutama dalam kasus pasien yang terkena serangan jantung.

Baca: Penggali Kubur Tak Tahu Jenazah yang Dimakamkan Adalah Teroris

"Dokter jaga anfal memang istirahatnya di rumah sakit, bukan secara berhari-hari terus melek, bukan seperti itu," ujarnya meluruskan kabar yang beredar di masyarakat.

Ia menambahakan saat ini IDI tengah mengonfirmasi ke pihak keluarga serta rumah sakit tempat Taofik bekerja jikalau ada kemungkinan faktor lain yang memicu kematiannya.

"Bisa saja karena peristiwa lain dia sudah ada permasalahan di jantung, sehingga terjadinya kardiovaskular, sudden death waktu tidur," jelasnya.

Mengenai kapan dan di mana Stefanus akan dimakamkan, Adib belum bisa memastikan secara pasti tempat dan waktunya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved