Mudik 2017
Pemudik Motor, Dilarang Kasihan, Tidak Dilarang Salah
Berbagai macam alat transportasi menjadi pilihan masyarakat untuk dapat menemui keluarga di kampung halaman, saat mudik Lebaran.
Data mudik Lebaran 2016 menyatakan, sebanyak 558 orang meninggal dunia dari hampir tiga ribu kecelakaan yang ada sepanjang arus mudik dan arus balik.
Sebanyak 70 persen di antaranya adalah mereka yang membawa kendaraan sepeda motor untuk pergi ke kampung halaman.
Pengamat transportasi dari UGM Sigit Priyanto mengatakan, pemerintah harus memiliki aturan yang jelas dan tegas untuk mencegah pemudik tetap nekat naik motor.
Baca: Jusuf Kalla Suruh Sandiaga Uno Belajar Hormat Saat Upacara Bendera
Sehingga, kata dia, mudik lebaran kali ini bisa mengurangi angka kecelakaan yang terjadi. Meski dirasa tidak mungkin zero accident.
"Tidak ada yang mau momen Lebaran ini, justru banyak kecelakaan dan banyak orang yang meninggal. Pemerintah harus punya regulasi yang jelas," ujarnya.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengkritik diler sepeda motor yang sangat mudah memberikan kredit kepada konsumen, apalagi menjelang Lebaran.
Baca: Dituduh Intoleran, Fahri Hamzah: Ayo Berdebat Pancasila!
"Ini banyak yang saya perhatikan motor baru di jalanan. Artinya, banyak juga diler yang mudah memberikan kredit," ungkapnya.
Perketat syarat kredit, lanjutnya, harus dilakukan oleh diler, hal itu juga akan mencegah adanya kredit macet bagi masyarakat yang hanya bisa membayar down payment (DP) tanpa dapat membayar cicilan.
Sementara, pihak kepolisian, jelas Kakorlanotas Mabes Polri Irjen Royke Lumowa, sudah menyiapkan 30 titik posko pemudik khusus untuk para pemudik yang tetap berkendara menggunakan sepeda motor.
Baca: Indonesia dan Polandia Berniat Buka Jalur Penerbangan Langsung Jakarta-Warsawa
"Aneh kan? Kita mengimbau untuk tidak pakai sepeda motor, tapi kita siapkan posko khusus bagi pesepeda motor di sepanjang jalur yang dilewati pemudik," paparnya.
Pemudik yang mengendarai motor, juga diharapkan tidak menambah kapasitas motor melebihi dari yang sudah ditentukan. Tidak disarankan para pemudik menambah papan atau kayu tambahan di jok belakang.
"Tidak perlu ada tambahan untuk membawa barang bawaan. Kalau sudah tidak muat, silakan pakai moda transportasi yang lain," tegas Roycke. (Amriyono Prakoso)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150716-mudik-jelang-pelabuhan-bakauheni-lampung_20150716_010748.jpg)