Jumat, 15 Mei 2026

Tim SAR Terus Cari Satu Santri Hilang Terseret Ombak Rancabuaya

Abdul Aziz adalah santri asal Bandung yang sempat terseret ombak dan hilang bersama 4 santri rekannya.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna saat menyerahkan jenazah korban santri terseret ombak atas nama Wisnu Dwi Airlangga ke keluarga korban sebelum dimakamkan, Kamis (18/5/2017) kemarin. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Tim SAR Gabungan dari berbagai unsur, sampai Jumat (19/5/2017) ini terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap 1 orang santri Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok bernama Muhammad Saifullah Abdul Aziz (16) yang hilang akibat terseret ombak Pantai Cidora, Rancabuaya, Garut, Depok sejak Selasa (16/5/2017) lalu.

Abdul Aziz adalah santri asal Bandung yang sempat terseret ombak dan hilang bersama 4 santri rekannya.

Sementara 4 santri rekan Aziz sudah ditemuka Tim SAR gabungan sejak Rabu (17/5/2017) sampai Kamis (18/5/2017) kemarin, meski dalam kondisi meninggal dunia.

Sekertaris Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Iwan Ruswanda menuturkan dari informasi terakhir yang didapatnya sampai Jumat (19/5/2017) siang, Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap Abdul Aziz.

"Usaha dan upaya maksimal terus dilakukan dalam pencarian korban atas nama Muhammad Saifullah Abdul Aziz. Info terkini dari lokasi TKP Rancabuaya Garut sebagaimana dilaporkan Korlap Operasi SAR Hidayatullah Irwan Harun, Tim SAR Gabungan berjumlah sedikitnya 25 personil, masih melanjutkan pencarian," kata Iwan kepada Warta Kota, Jumat (19/5/2017).

Menurut Iwan, pencarian sempat dihentikan Kamis malam karena cuaca gelap dan dilanjutman kembali Jumat pagi sampai sore ini.

Dari lima santri Ponpes Hidayatullah yang sempat hilang dan terseret ombak Rancabuaya, Selasa (16/5/2017) sore, empat santri berhasil ditemukan meski dalam kondisi meninggal dunia.

Iwan menjelaskan pada Rabu (17/5/2017) sore sekitar pukul 15.30, Tim SAR berhasil mengevakuasi 2 orang korban yakni Muhammad Faisal Ramadhana asal Depok dan Khalid Abdullah Hasan asal Bekasi. lalu sekitar pukul 17.30, Tim SAR kembali menemukan korban ketiga atas nama Rijal Amarullah asal Tangerang.

Pada aksi pencarian hari kedua, Kamis (18/5/2017) sekitar pukul 04.50, Ti. SAR Hidayatullah dan unsur relawan lainnya kembali menemukan korban keempat atas nama Wisnu Dwi Airlangga asal Depok.

Keempat korban dinyatakan telah meninggal dunia dan telah diterima oleh keluarga dan telah dimakamkan pada Kamis pagi dan sore.

Menurut Iwan jelima santri ini termasuk siswa teladan yang umumnya memiliki kemampuan baca Al Qur'an yang baik.

Sebelum agenda tamasya ini dilakukan, mereka sempat mengikuti ujian tasmi' dan tahfidzul Qur'an.

"Muhammad Syaifullah Abdul Aziz, misalnya, pada bulan Januari lalu tercatat telah berhasil menghafal Al Qur'an sebanyak 7 Juz. Dalam pergaulan sehari-hari pun, mereka sopan dan tidak memiliki catatan pelanggaran berat sama sekali. Termasuk dalam beribadah, mereka termasuk disiplin waktu dimana selalu shalat wajib 5 waktu di masjid," kata Iwan.

Namun rupanya, kata Iwan, Allah berkehendak lain. Peristiwa musibah yang tak terduga tersebut, mengantarkan mereka menuju ke Rahmatullah dalam Syahid di jalan-Nya sebagai penuntut ilmu dan penjaga Al Qur'an. 

"Pesantren Hidayatullah Depok selalu mengharapkan doa dan dukungan dari berbagai pihak atas musibah ini dan berupaya semaksimal mungkin mengatasi situasi berat ini. Kami Insya Allah bertanggungjawab atas musibah ini. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memudahkan dan memberikan maunah-Nya kepada kita," kata Iwan.

Iwan juga membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa para santrinya berenang di Pantai cidora, Rancabuaya, Garut, sehingga mengakibatkan 5 dari 13 santrinya terseret ombak dan hilang, Selasa (16/5/2017) lalu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved