Stadion Baru di Balikpapan Ini Disebut-sebut Mirip Markas Arsenal

Geliat persepakbolaan di Indonesia, khususnya Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, makin bergairah.

TRIBUN KALTIM
Stadion Batakan di Balikpapan, Kalimantan Timur 

"Desain dari perencana, yang jelas di bawah itu ruang tenant bisa dipakai untuk toko restoran, tapi enggak tahu yang jelas, entah itu nanti sama pihak pengelola mau dipakai untuk apa. Lantai tiga lebih banyak lorong‑lorong untuk stand, ada juga untuk kantor pengelola," jelas Anugrah.

Untuk akses masuk, dari pagar utama ada dua pintu utama, yakni di barat dan timur. Sementara untuk akses masuk bangunan ada delapan sektor. Masing‑masing sektor terdapat 20 pintu yang terdiri dari pintu masuk dan pintu keluar.

"Pintu masuk pagar utama cuma ada dua pintu, timur dan barat. Kalau untuk masuk stadion ada delapan sektor, satu sektor ada 20, ada pintu masuk ada pintu keluar," terangnya.

Di kawasan kompleks stadion juga akan dilengkapi lapangan tennis, arena futsal, taman rekreasi, area parkir yang luas, lintasan atletik, kolam resapan, hingga sportmall yang dilengkapi arena bola basket.

Sarana tersebut tentu akan menjadi angin segar bagi pembinaan olahraga di Balikpapan, khususnya buat tim Persiba Balikpapan. Lapangan ini juga hanya dikhususkan untuk sepak bola. Hal ini tampak dengan tidak adanya lintasan atletik di dalam lapangan.

Sedangkan rumput lapangan menggunakan rumput jenis Zoysia Matrella yang terkenal kehalusannya, serta merupakan salah satu jenis rumput yang dijadikan FIFA sebagai standarisasi rumput stadion sepak bola di dunia.

Stadion ini menelan anggaran Rp 1,2 triliun. Tak heran bila dengan segala fasilitas tersebut, Stadion Batakan disebut akan menjadi stadion sepak bola termewah di Indonesia, dan salah satu yang terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Ditemui Tribun beberapa waktu lalu, Kepala Bidang Pengairan PU sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Andi Muhammad Yusri menjelaskan, pembangunan Stadion Balikpapan tahap pertama mulai tahun 2010.

Yusri mengatakan, pembangunan tahap ketiga sempat mengalami keterlambatan karena masuk tahap yang paling rumit. Proses pemasangan atap stadion memiliki tingkat kesulitan dengan risiko yang sangat tinggi, karena memakai alat berat crane untuk mengangkut material dan bahan-bahan untuk memasang atap stadion.

Pembangunan stadion dibiayai dana APBD Provinsi Kaltim dan APBD Kota Balikpapan. Dana yang dianggarkan pembangunan stadion kurang lebih Rp 1,2 triliun.

Perincian pendanaan pembangunan tahap pertama untuk pengadaan lahan dan konstruksi fondasi Rp 74 miliar; tahap kedua yang terdiri atas pengerjaan seluruh bangunan struktur bawah stadion, dan pengerjaan satu trap tribun secara melingkar (keliling stadion) sebesar Rp 423 miliar.

Kemudian, tahap ketiga sejak tahun2014-sekarang untuk pembangunan seluruh bangku tribun lantai dua sampai koridor, akses jalan masuk utama atau keliling stadion, pengerjaan pembangunan ruangan lainnya, seperti, toilet, ruang ganti, ruang VVIP, dan ruangan lainnya, instalasi listrik dan air, pemasangan atap stadion, lapangan stadion, dan penyelesaian akhir, menghabiskan dana Rp 599 miliar. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved