Jumat, 15 Mei 2026

Tips Memilih Bakso Berkualitas Plus Bebas Boraks dan Formalin

Menu olahan dari daging yang populer disebut bakso dapat disulap menjadi aneka hidangan atau menjadi pelengkap sajian masakan.

Tayang:
Penulis: Ign Agung Nugroho |
Istimewa
Robby W, Marketing Manager PT. Sumber Prima Anugrah Abadi, menunjukkan produk bakso Sumber Selera yang dihasilkan pabriknya. 

WARTA KOTA, CIBUBUR -- Menu olahan dari daging yang populer disebut bakso dapat disulap menjadi aneka hidangan atau menjadi pelengkap sajian masakan.

Sekarang ini, bakso tidak sulit ditemukan. Banyak supermarket atau pasar tradisional yang menjajakan bakso instan yang bisa langsung diolah.

Meski demikian, bahwa bakso instan tidak dapat disimpan lama. Lalu berapa lama waktu ideal menyimpan bakso instan?

"Bakso dapat bertahan paling lama hingga tiga bulan saja. Penyimpanannya pun tidak sembarangan," kata Stefanus Eko, Asisten Marketing Manager PT. Sumber Prima Anugrah Abadi, produsen Bakso Sumber Selera saat acara 'Kumpul HORECA' bersama Chef Dea Annisa di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (6/4/2017) lalu.

Stefanus menjelaskan, pada suhu ruangan, bakso instan terutama yang tanpa pengawet hanya mampu bertahan hingga empat hari.

Sedangkan di lemari pendingin (chiller), bakso akan bertahan hingga satu minggu. Jika dimasukkan ke dalam freezer, bakso instan akan bertahan hingga enam bulan.

"Perlu diketahui bahwa bakso adalah olahan daging segar. Dari mulai daging hingga menjadi bakso harus dijaga kebersihannya, dalam arti suhu dan treatment harus higienis. Pendingin itu berguna untuk mencegah tumbuhnya bakteri," jelasnya.

Lebih lanjut Stefanus mengatakan, jika bakso sudah melebihi batas penyimpanan, masih tetap bisa dikonsumsi, akan tetapi kualitasnya menjadi berkurang.

"Kalau disimpan lebih lama, rasanya pasti akan berubah dan tetap bisa dikonsumsi selagi belum memasuki masa expired (kadaluarsa)," katanya.

Sementara itu, Robby W, Marketing Manager PT. Sumber Prima Anugrah Abadi, produsen bakso Sumber Selera menambahkan, sebagai konsumen, masyarakat jeli memilih mana bakso yang menggunakan bahan pengawet berbahaya, seperti boraks dan formalin.

Robby menjelaskan, untuk membedakan bakso berpengawet dan menggunakan daging segar dapat dibedakan dari warna dan kekenyalan.

Biasanya, bakso yang menggunakan daging segar tanpa pengawet memiliki warna yang lebih gelap, biasanya berwarna abu-abu.

Warna yang gelap mengindikasikan bahwa bakso tersebut menggunakan lebih banyak daging ketimbang bahan lain.

"Kalau dari luar, bakso yang warnanya terang, putih itu yang dicari, padahal makin putih justru itu ada boraksnya, kalau warna gelap, abu-abu lebih banyak daging," katanya.

Selain itu, bakso yang mengandung formalin atau boraks cenderung kenyal ketika digigit. Sedangkan bakso asli daging sapi akan terasa garing ketika digigit.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved