Senin, 20 April 2026

Senandung Pujian dari Basilica del Santo Nino

Basilica del Santo Nino, Cebu, memang tidak terlalu ramai, namun pada hari-hari tertentu gereja Katolik ini dipenuhi jemaah yang akan beribadah.

Tribunnews.com/Sinta Agustina
Basilica del Santo Nino, Cebu, Filipina. 

Jeepney merupakan transportasi umum di Filipina, bentuknya mirip dengan angkutan umum dengan kursi memanjang di kedua sisi kendaraan.

Setelah berjalan sekitar 20 meter, terlihatlah bangunan tua bergaya Eropa di kiri jalan, itulah Basilica del Santo Nino.

Memasuki kawasan gereja, terlihat dua bangunan yang berdasarkan pantauan TribunTravel.com, keduanya memiliki perbedaan tipe bangunan.

Di sisi kiri terlihat sebuah gedung bertuliskan Santo Nino: Source of Communion, Protector of Creation.

"I think that's part of the Basilica Minore del Santo Nino," jawab Lora, penduduk asli Cebu, saat ditanya TribunTravel.com, Rabu (19/3/2017).

Bangunan itu, lanjut Lora, merupakan tempat di mana pendeta melangsungkan acara dengan umat Katolik.

Sementara di sisi kanan merupakan sebuah gereja bergaya Eropa dengan arsitek megah berwarna putih bertuliskan Basilica del Santo Nino.

Penasaran, TribunTravel.com masuk ke dalam gereja tersebut dan menemukan dua petugas gereja yang membagikan kain bermotif garis merah.

"Kain ini digunakan untuk pengunjung yang tidak mengenakan pakaian tertutup," kata salah satu petugas saat ditanya TribunTravel.com.

Benar saja, pengunjung yang mengenakan celana pendek terlihat memakai kain tersebut sebagai penutup.

Suara nyanyian pujian terdengar saat TribunTravel.com masuk ke bagian dalam gereja, terlihat sejumlah jemaah yang duduk di kursi menghadap altar.

Berjalan ke sisi lain gereja, terdapat kerumunan orang yang sibuk memotret objek.

Ternyata objek yang dipotret adalah boneka Santo Nino yang merupakan peninggalan Ferdinand Magellan.

Di sisi patung terdapat aliran air yang digunakan pengunjung untuk membasuh wajah mereka.

Mereka percaya dengan membasuh wajah menggunakan air tersebut akan mendapatkan berkah.

Percaya atau tidak, nyatanya banyak pengunjung yang mengantre untuk membasahi tangan mereka lalu mengusapkannya ke wajah.

Pada hari-hari biasa Basilica del Santo Nino memang tidak terlalu ramai, namun pada hari-hari tertentu gereja Katolik ini akan dipenuhi jemaah yang akan beribadah.

Bahkan untuk membasuh wajah di dekat boneka Santo Nino pun diharuskan antre selama beberapa menit.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved