Polisi Gadungan Ancam Warga Pakai Air Soft Gun

Saat itu, Dipo langsung menodongkan senjata tersebut ke arah pelipis kiri korban sambil bagian larasnya disodokkan ke pelipis sambil menarik pelatuk.

Kompas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, MAMPANG PRAPATAN -- Pihak kepolisian dari Polsek Metro Mampang Prapatan menangkap seorang laki-laki bernama Dipo (25) karena mengancam warga menggunakan pistol air soft gun jenis Signer P22 di Jalan Kemang Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3/2017) pekan lalu.

Saat melakukan pengancaman terhadap warga Mampang Prapatan berinisial M (27), Dipo yang merupakan warga Tangerang Selatan itu mengaku sebagai anggota Intel Mabes Polri.

Kapolsek Metro Mampang Prapatan, Komisaris Muhammad Syafi'i, menjelaskan, peristiwa itu terjadi Sabtu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.

Sebelum kejadian, korban dan Dipo serta adiknya, Riko, baru saja keluar dari Tipsy Bar & Lounge, sebuah tempat dugem di Kemang. Diduga terjadi kesalahpahaman saat ketiganya di dalam bar.

Syafi'i menuturkan, awalnya, sekitar pukul 04.20 WIB korban bersama teman perempuannya keluar dari bar lalu duduk minum kopi di Indomaret Point Kemang, yang berada di seberang Tipsy.

"Saat sedang duduk, Dipo dan adiknya tiba-tiba datang dari belakang dan menepuk bahu korban sambil berkata,' pengen ngobrol dulu sebentar mau nyelesaiin masalah," ujar Syafi'i, Rabu (22/3/2017).

Korban, terang Syafi'i, kemudian berjalan bertiga menuju toilet yang ada di Indomaret Point Kemang.

Sampai di areal toilet tersangka langsung mengeluarkan senjata yang menyerupai senjata api dari balik pakaian sebelah kirinya.

Saat itu, Dipo langsung menodongkan senjata tersebut ke arah pelipis kiri korban sambil bagian larasnya disodokkan ke pelipis sambil menarik pelatuk.

Saat itu, Dipo berkata,' Elo ngapain adik gua?' Yang lalu dijawab, 'gua nggak ngapa-ngapain Bang. Namun, Riko menimpali, 'Tadi elu dorong-dorong gua.'

Korban berusaha menjelaskan apa yang terjadi, namun Dipo tetap menyodokkan laras senjatanya ke pelipis korban berkali-kali.

Selain menyakiti pelipis, pelaku juga sempat memukul bahu korban menggunakan senjata tersebut sambil berkata, 'Gua dari Intel Mabes Polri'.

Saat itu, korban sempat meminta pelaku menunjukkan kartu identitas anggota Polri, namun pelaku malah makin marah.

Pelaku kemudian menyuruh korban keluar dari Indomaret Point.

Saat ketiganya keluar dari mini market itu, beberapa orang mendengar keributan mereka dan menanyakan masalahnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved