Sky Hospital RSUD Tarakan Berdiri di atas Kali Cideng

Menurut Soni, pembangunan di atas saluran air itu diperbolehkan selama itu memungkin. Sebagai upaya untuk optimalisasi ruangan yang ada.

Penulis: Mohamad Yusuf |
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Sky Hospital RSUD Tarakan yang diresmikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, Rabu (18/1). meresmik 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan pembangunan Sky Hospital, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017).

Namun, bangunan setinggi 19 lantai itu akan berdiri di atas Kali Cideng.

Meski demikian, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengatakan pembangunan itu sesuai dengan aturan.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono meresmikan Sky Hospital RSUD Tarakan, Rabu (18/1).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono meresmikan Sky Hospital RSUD Tarakan, Rabu (18/1).

"Intinya ini untuk pembangunan itu sesuai peruntukan dan perizinan yang dikeluarkan. Karena tidak mengganggu," kata Sumarsono atau Soni, usai peresmian Sky Hospital, Rabu (18/1/2017).

Menurut Soni, pembangunan di atas saluran air itu diperbolehkan selama itu memungkin. Sebagai upaya untuk optimalisasi ruangan yang ada.

Dimana di Jakarta saat ini, keberadaan lahan untuk pembangunan cukup sulit.

"Untuk swasat uang ingin bangun di atas saluran air, harus dikaji oleh Dinas Cipta Karya dan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), tidak semua di atas saluran diperbolehkan. Selektif, hanya tempat-tempat tertentu saja," tegasnya.

Soni mengatakan bahwa rumah sakit itu nantinya akan menjadi kebanggan Jakarta.

Karena dari rumah sakit tipe C telah naik menjadi tipe A.

"Intinya, Sky Hospital ini dulu pernah diributkan di awal, mengalami penundaan. Lelang manajemen konsultan dan konstruksi ini untuk kepentingan publik yang sangat mendesak dan waktu yang kita punya hanya 12 bulan. Proyek berjalan terus, ini proyek APBD 2017 yang pertama dilaksanakan, dengan anggaran Rp 243 miliar," katanya.

Keberadaan rumah sakit ini, lanjutnya akan menambah 120 bed dari rumah sakit Tarakan. Dengan berbagai fasilitas yang meningkat.

Pusat Rujukan

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Tarakan, Togi Asman Sinaga, mengatakan bahwa soal aturan sudah dilengkapi Pergub di atas air dan jalan.

"Izinnya sudah ada, syarat sudah lengkap," katanya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved