Sabtu, 25 April 2026

Hilang Motivasi di Belanda, Berkarya di Indonesia

Pelatih SFC Planet Sleman Yori van der Torren kehilangan motivasi untuk melatih di Belanda. Justru di Indonesia ia menemukan jalan untuk berkarya.

Tribunnews.com
Skuat Persija Futsal saat berlaga di suatu pertandingan. 

WARTA KOTA, SLEMANSenin, 9 Januari 2017, mungk-in merupakan salah satu hari yang bakal sulit dilupakan pelatih futsal asal Belanda, Yori van der Torren (29).

Hari itu, Yori berhasil membawa klub besutannya, SFC Planet Sleman menjuarai Liga Futsal Nusantara 2016. Tampil sebagai tim underdog, SFC Planet Sleman tampil perkasa dengan membungkam klub favorit juara, APK Kalimantan Timur dengan skor 6-5.

Keberhasilan Yori pun diakui dirinya sebagai salah satu ironi manis. Hijrah ke Indonesia pada tahun 2011, Yori sama sekali tidak berpikir menjadi seorang pelatih futsal.

"Memang, saat di Belanda saya adalah pemain timnas futsal. Saya sudah mulai dari jenjang junior u17 sampai timnas senior. Saya ke Indonesia pun bukan untuk mengembangkan karir futsal saya. Tapi, toh inilah jalan hidup saya sementara ini, " ujar Yori saat dihubungi Warta Kota, Selasa (10/1).

Lantas, mengapa dan bagaimana Yori akhirnya berlabuh ke Indonesia? Jawabannya cukup mengejutkan: Yori merasa hopeless dengan karirnya sebagai pemain futsal di Negeri Kincir Angin.

Fakta ini tentu mengejutkan, mengingat Belanda adalah salah satu negara sepak bola terbesar di dunia yang sudah melahirkan sederet pemain legendaris. Selain perbedaan lapangan, futsal hampir tidak ada bedanya dengan sepak bola.

"Kenyataannya, futsal di Belanda memang tidak sebagus sepak bola. Saat berada di timnas senior, saya melihat futsal Belanda mengalami stagnasi, bahkan penurunan kualitas, " katanya.

Kemunduran ini pun lantas membuat Yori kehilangan gairah melanjutkan karirnya sebagai atlet futsal di Belanda.

"Saya jadi tidak termotivasi lagi. Akhirnya saya putuskan pensiun dari futsal untuk selesaikan pendidikan magister saya di Belanda, dan lanjut bekerja," ujarnya.

Menuntaskan pendidikannya, Yori pun mulai bekerja di sebuah perusahaan. Pun, Yori tidak sreg dengan rutinitasnya tersebut. Ia hanya bertahan selama 10 bulan.

Di tengah kebuntuan, Yori mendadak ingat bahwa salah seorang sahabatnya di Yogyakarta memiliki perusahaan. Yori, yang pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia, langsung menghubungi kawan lamanya itu.

"Jadi saya pikir, saya mau cari pengalaman di negara lain. Lalu saya ingat kawan saya di Yogyakarta punya tempat usaha. Itulah awal pemicu saya berangkat ke Indonesia, " katanya.

Datang sebagai pengangguran, Yori pun mulai bekerja di perusahaan kawannya yang bergerak di bidang properti pada tahun 2011. Waktu luangnya pun tetap diisi dengan bermain futsal bersama kawan-kawannya di Planet Futsal Sleman.

"Hingga akhirnya tahun 2012 lalu, teman saya mendapatkan ide untuk membuat klub dengan bendera Planet Futsal Sleman. Mereka pun menunjuk saya menjadi coach, " kata Yori.

Tawaran tersebut pun disambut baik oleh Yori. "Saya tidak ada pengalaman sama sekali sebagai pelatih. Tapi dengan bekal pengalaman sebagai pemain futsal di Belanda, tawaran saya terima," katanya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved