Rabu, 29 April 2026

Natal dan Tahun Baru

Penjualan Kembang Api dan Petasan di Asemka Laris Manis

Pergantian tahun juga identik dengan nyala kembang api, ledakan petasan, serta suara-suara terompet yang ditiup dari mulut-mulut pemiliknya.

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nurfitri Aprilia

WARTA KOTA, JAKARTA - Momen tahun baru selalu menjadi yang istimewa dan meriah di seluruh penjuru dunia, negara-negara besar mempertunjukan gelaran kembang api serta rangkaian acara untuk warganya dapat merasakan meriahnya pergantian tahun.

Tidak berbeda juga dengan Indonesia, khususnya Jakarta setiap tahun selalu memiliki agenda pertunjukan di beberapa wilayah untuk momen pergantian tahun tersebut.

Pergantian tahun juga identik dengan nyala kembang api, ledakan petasan, serta suara-suara terompet yang ditiup dari mulut-mulut pemiliknya.

Hal ini, rupanya menjadi ajang jualan musiman bagi banyak pelapak di kawasan Pasar Asemka, yang berlokasi di Jalan Pasar baru I, Tambora, Jakarta Barat.

Seperti saat di temui di pasar asemka yang tepatnya berada dikolong flyover itu, pada Sabtu (31/12) terlihat banyak sekali pedagang kembang api yang ramai dikerumuni oleh pembeli.

Akibatnya jalanan yang tidak cukup lebar itu menjadi macet dan sangat sumpek, parkiran motor yang sudah terlalu panjang dan tidak teratur, serta suara-suara bising yang saling bertabrakan mulai dari klakson mobil, suara nyaring terompet, deru bajaj, teriakan marah pemarkir, sampai suara-suara pengamen yang tidak lelah berkeliling Asemka tersebut.

Meski sudah sangat penuh sesak, namun pera pembeli tetap terlihat antusias menawar dan memilih kembang api dan petasan, wajah sumringah dari penjual yang dagangannya laku keras pun turut mewarnai terik siang ini.

Salah satu pedagang kembang api dan petasan yang terlihat sangat ramai ini mengaku kalau dirinya berjualan petasan hanya sesuai musim saja, sedangkan pada hari-hari biasa dirinya menjual perlengkapan yang lain.

"saya jual petasan ini musiman sih, tapi dari tahun 2005 sudah jualan disini, semuanya saya jual sesuai musim kalau mau awal sekolah saya jualan peralatan sekolah mba, kalau hari raya biasanya saya jual merchandise gitu, kalau sekarang natal tahun baru saya memang jualnya kembang api dan petasan," tutur Andy (36).

Kembang api dan petasan yang dijualnya memang terlihat sangat banyak dan mencolok, itu karena pria asal Jawa Tengah ini mengaku sengaja berjualan di sisi kanan jalan agar dapat dengan mudah terlihat oleh pembeli dan disambangi.

Kembang api dan petasan yang dijajakan oleh nya merupakan kembang api asal Cina dan juga lokal, namun Andy mengaku lebih laris yang Cina ketimbang yang lokal.

"laris yang Cina mba, dari tahun 2010-an sih sudah lebih laris yang Cina ketimbang yang lokal, tapi kan karena harga juga beda jadi kita tetep sediakan juga yang lokal," ungkapnya.

Perbedaan harga yang tidak sedikit ini melatar belakangi Andy untuk tetap menjual kembang api lokal, karena menurutnya pembeli kembang apinya tidak melulu dari golongan menengah keatas, sehingga menjual kembang api murah pun diperlukan.

Untuk harga sendiri, menurut Andy yang paling murah ada yang harganya Rp 5 rb untuk kembang api tangkai, sedangkan yang paling mahal mencapai angka ratusan ribu rupiah untuk kembang api besar yang duluncurkan ke udara.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved