Rabu, 13 Mei 2026

Penyebab Bangkrutnya Tempat Kuliner Eat Republic

Destinasi wisata kuliner Eat Republic di Pondok Cabe bangkrut dan ditutup sejak Oktober 2016 lalu.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kawasan destinasi wisata kuliner Eat Republic di Pondok Cabe, Tangsel, bangkrut dan akhirnya tutup, sejak oktober atau 2 bulan lalu. 

Jika harga menu lebih dari saldo dana di kartu, pengunjung harus melakukan top-up atau penambahan dana di kasir minimal Rp 50.000.

Mereka kemudian membayar dengan kartu tersebut di setiap konter, kios dan lapak di Eat Republic.

Sementaea dana sisa di dalam kartu tidak bisa di refund atau diminta kembali, tetapi diharapkan digunakan kembali untuk membeli sajian menu di Eat Republic kapanpun.

Selain itu, jika sisa dana minimal di kartu sebesar Rp 12.500, maka kartu tidak bisa digunakan untuk membeli apapun di sana dan harus di top-up lagi untuk bisa dipakai untuk pembayaran harga menu makanan dan minuman di Eat Republic.

Rido Luhut Sinaga, menyesalkan tutupnya kawasan itu tanpa pemberitahuan, karena masih ada saldo dana sisa di kartunya yang kini otomatis hangus dan tak bisa digunakan.

Ia mengatakan setiap mengisi saldo kartu saat makan bersama di Eat Republic rata-rata sebesar Rp 200.000.

"Jadi masih ada saldo dana kita di kartu yang sekarang gak bisa dipakai lagi di sana karena tutup. Saya mau tagih, tapi belum tahu kemananya karena tempatnya sekarang sepi," katanya.

Menurut Rido, ia menuntut pengembalan bukan karena besaran saldo dana yang tersisa di sana. Namun lebih seperti bentuk penipuan ke konsumen.

"Sebab mereka tutup tanpa kasih info apa-apa. Coba bayangkan jika ada ratusan orang yang saldo dananya masih tersisa di kartu dan kini tak bisa dipakai, maka berapa puluh juta mereka ambil uang pelanggan begitu saja," ujar Rido kesal.

Selain itu, selama keberadaan Eat Republic, Rido mengaku cukup menyusahkan jika pelanggan ingin membayar menu makanan di sana.

"Karena apabila saldo kita kurang, kita harus isi dulu ke kasir lalu ke konter lagi untuk bayar. Sebab tidak semua konter bisa top up saldo dana di kartu, terutama jika pakai kartu debit. Jadi mesti bolak-balik hanya untuk bayar makanan yang belum dibuat dan baru mau kita pesan," katanya.

Hal senada dikatakan Ineke, warga Pondok Cabe yang pernah datang ke Eat Republic.

"Sekali ke sana, saya gak mau datang lagi saya. Sudah bayarnya susah karena pakai kartu dan top up kalau kurang, kita juga harus muter-muter untuk cari makanan yang disuka. Nunggu makanannya jadi pun lama, karena pelayan konter harus cari tahu kita duduk dimana," katanya.

Karenanya, ia mengaku kapok datang ke sana dan sudah menduga Eat Republic bakalan bangkrut.

"Habis, cara bayarnya ribet begitu, jadinya ya bangkrut," kata dia.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved