Penyebab Bangkrutnya Tempat Kuliner Eat Republic
Destinasi wisata kuliner Eat Republic di Pondok Cabe bangkrut dan ditutup sejak Oktober 2016 lalu.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, PONDOK CABE-Destinasi wisata kuliner Eat Republic di kawasan Central Business District (CBD) South City di Jalan Raya Pondok Cabe, Tangerang Selatan, yang dilaunching April 2015 bangkrut dan tak beroperasi lagi sejak Oktober 2016 lalu.
Padahal tempat kuliner ini diklaim menjadi yang terbesar di Jabodetabek dan menggaet pakar kuliner ternama Bondan Winarno saat diresmikan.
Anke Dwi Saputro, mantan Marketing Communication Wiraland Property Group yang mengelola Eat Republic, mengungkapkan ada dua hal utama penyebab bangkrutnya Eat Republic.
"Yakni omset yang terus menurun, serta missmanagement atau ketidakmampuan pengelola dan mengelola bisnis kuliner," kata Anke kepada Warta Kota, Senin (19/12/2016).
Karena hal itulah, Eat Republiic tidak mampu menutup biaya operasinya dan harus gulung tikar saat ini.
"Dan sekarang saya sudah tidak tangani Eat Republic lagi," kata Anke.
Sebab memang Eat Republic sudah tak ada dan bangkrut.
Mengenai tuntutan warga yang meminta pengembalian saldo dana di kartu pembayaran atau kartu member, pihak manajeman katanya menyerahkannya pada pimpinan pusat Wiraland Property Group.
Seperti diketahui tutupnya Eat Republic, masih menyisakan masalah.
Sejumlah warga menuntut pengembalian sisa saldo dana di kartu pembayaran atau kartu member Eat Republic yang mereka miliki.
Sebab dengan tutupnya destinasi wisata yang diklaim terbesar di Jabobetabek itu maka uang sisa di kartu sistem pembayaran Eat Republic, otomatis tak bisa digunakan lagi.
"Masih ada sisa saldo dana kami di kartu pembayaran atau kartu member Eat Republic sekitar Rp 70.000. Kalau mereka tutup, seharusnya saldo dana kami dikembalikan dong. Jangan mereka ambil begitu saja," kata Rido Luhut Sinaga, warga Pondok Cabe, Tangsel, salah satu pelanggan Eat Republic kepada Warta Kota, Senin (19/12/2016).
Seperti diketahui sistem pembayaran konsumen di Eat Republic tidaklah menggunakan uang tunai, namun menggunakan kartu khusus pembayaran sekaligus kartu member
Untuk mendapat kartu pembayaran, warga harus membayar Rp 50.000 dimana isi saldo dana awal di kartu itu juga sebesar Rp 50.000.
Dengan kartu itu, warga bisa menggunakan untuk membeli makanan dan minuman di sana sesuai besaran saldo dana di kartu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/eat-republic-tutup-1_20161218_201056.jpg)