Mutilasi

Lubis Terkapar Dipukul Batang Besi, Sadis

Chairul lalu terperanjat melihat Sofyan Lubis (43) penghuni indekos itu telah tersungkur di lantai dari kursi roda.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Suprapto
Warta Kota/Feryanto Hadi
Rumah kontrakan korban mutilasi 

WARTA KOTA, JATIMAKMUR-- Waktu santai Chairul terusik ketika mendengar suara gaduh di salah salah satu kamar indekos yang ada di tengah, Senin (24/10) pagi.

Pemilik indekos di Jalan Raya Jatimakmur No. 2 RT 06/11, Jatimakmur, Pondokgede, Kota Bekasi ini lalu mengeceknya.

Baca: Tubuh Sofyan Dimutilasi Jadi Beberapa Bagian

Baca: Waduh, Jenazah Sofyan Diduga Dimutilasi Sebelum Disemen

Chairul lalu terperanjat melihat Sofyan Lubis (43) penghuni indekos itu telah tersungkur di lantai dari kursi roda. Di samping Lubis, berdiri seorang pria yang belakangan diketahui bernama Riko Lesmana (41).

Dengan wajah penuh amarah, Riko mengepalkan telapak tangannya. Kepada Chairul, Riko mengaku baru saja memukul kepala Lubis dengan sebatang besi.

"Dia saya pukul, karena telah memaki saya dengan perkataan kotor," ujar Riko seperti yang diucapkan salah satu penyidik Polsek Pondokgede saat ditemui di kantornya, Senin (31/10).

Baca: Polisi Alami Kebuntuan Tangani Kasus Ibu Mutilasi Bayi, Tersangka Diserahkan ke RSJ

Melihat Lubis terkapar, Riko langsung membawa korban ke rumah kontrakannya di Kampung Kramat RT 05/04, Setu, Cipayung, Jakarta Timur.

Saat itu, Riko membawa Lubis yang dalam keadaan pingsan menggunakan sebuah taksi online.

"Pemilik kontrakan sempat membantunya menggotong ke mobil. Dia juga minta, agar jangan dilibatkan karna tidak tahu apa-apa," tambah penyidik itu.

Ketika indekos yang dihuni korban disambangi, Chairul beserta sang istri cenderung tertutup. Dia menolak untuk bercerita banyak soal keseharian korban di indekos itu.

"Saya nggak tahu apa-apa, tapi yang jelas dia tinggal di sini selama dua minggu," kata Chairul kepada wartawan, Senin (31/10).

Chairul mengaku tidak begitu mengenal korban, termasuk tak mengetahui pekerjaannya. Akan tetapi kesehariannya korban selalu mengandalkan kursi roda.

Termasuk ketika Lubis membawa pakaian kotornya ke tempat laundry (pencucian baju) yang dekat dengan indekos.

Istri Chairul yang biasa disapa Mama Alif menambahkan, Lubis telah pindah dari indekos itu sejak Senin (24/10) lalu atau saat kejadian pemukulan.

Setelah itu, korban tak kunjung kembali sehingga pemilik indekos telah menganggapnya keluar dari tempat itu.

"Ini indekos harian dengan tarif Rp 50.000. Terakhir ketemu dia Senin (24/10) lalu, setelah itu saya tidak pernah melihatnya lagi," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved