Nostalgia dan Ironisnya Stadion Benteng Tangerang
Stadion Benteng, fasilitas olahraga legendaris kebanggaan warga Tangerang itu kini kondisinya menyedihkan.
Persita masih bercokol di kacah sepak bola nasional. Namun Pendekar Cisadane ini bermain di kasta kedua Liga Indonesia.
Nasibnya pun terkatung - katung. Sebab La Viola dilarang bermain di Stadion Benteng sebagai kandangnya lantaran tidak memenuhi spesifikasi.
Pihak pemerintah setempat berencana akan mempersolek Stadion Benteng ini. Namun pada kenyataannya Stadion itu masih saja terbengkalai.
"Masalah pembangunan Stadion ke Cipta Karya yang melaksanakannya, karena saya tidak begitu hafal," ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Tangerang, Syaifullah kepada Warta Kota pada Minggu (30/10/2016).
Ironis
Stadion Benteng, ironisnya, saat ini terlihat memprihatinkan. Stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Tangerang itu kondisinya tak terawat.

Papan skor Stadion Benteng yang rusak tak terurus.
Stadion ini berlokasi di pinggir jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Tangerang. Diresmikan pada 11 Januari 1989 silam.
Memiliki luas 44.000 meter persegi. Bisa menampung hingga 20.000 orang.
Stadion ini berdesain stadion sepak bola lama. Dilengkapi dengan lapangan sepak bola, kantor PSSI Tangerang, Tribun atap VIP, dan Tribun umum.
Material Stadion terlihat sudah rapuh, cat memudar, serta banyak coretan di dinding. Kayu - kayu penopang hingga triplek keropos.
Tidak ada penerangan pada pintu masuk Stadion. Daun - daun pada rumput tampak kering.
Banyak sampah berserakan di sekitar lahan parkir. Di tempat parkir tersebut ada beberapa kendaraan yang terparkir.
"Sepi di sini, paling cuma ada sopir - sopir angkot yang istirahat. Biasanya ngopi di sini," ucap Wawan pemilik warung klontongan yang berada di sekitar Stadion Benteng.
Bahkan di kantor sekretariat tidak ada aktivitas. Tak ada satu pun pegawai yang berada di kantor itu.
Kantor sekretariat yang berada di dalam lingkungan Stadion Benteng ini pintunya tertutup rapat dan digembok. Di sebelahnya ada ruangan yang dijadikan tempat tinggal.

Stadion yang pernah menjadi kebanggaan warga Tangerang.
Di ruangan itu ada kasur, lemari, jemuran, hingga televisi. Ino (56) sebagai penjaga Stadion Benteng menempati ruangan tersebut.
"Saya enggak begitu tahu perkembangan kelanjutan stadion ini. Saya cuma jaga, orang - orang kantor juga jarang datang," kata Ino.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/stadion-benteng_20161030_183553.jpg)