Nostalgia dan Ironisnya Stadion Benteng Tangerang
Stadion Benteng, fasilitas olahraga legendaris kebanggaan warga Tangerang itu kini kondisinya menyedihkan.
WARTA KOTA, TANGERANG-Hegemoni Stadion Benteng Tangerang masih terngiang - ngiang di telinga. Riuh rendah suara sporter terasa membara menghangatkan suasana Stadion.
Dua klub yakni Persita Tangerang dan Persikota Tangerang menjadikan lokasi ini sebagai kandangnya. Kedua tim pun mampu menyedot perhatian warga dengan menampilan permainan - permaian yang ciamik.
Kala itu Persita Tangerang teramat perkasa di Stadion Benteng ini. Diarsiteki Benny Dollo, Pendekar Cisadane tersebut kerap kali melibat lawan - lawannya.
Benteng Viola yang menjadi sporternya pun bersuka cita. Mereka bangga dan terus mendukung Pesita setiap laga di Stadion Benteng.
Klub La Viola ini memang saat itu tidak dipandang sebelah mata. Pasalnya deretan pemain kondang melabeli tim ini.
Sebut saja el capitano Olinga Atangana, sayap lincah Uci Sanusi serta Giman Nurjaman, jenderal lapangan tengah Carlos De Melo dan Firman Utina.
Lebih mengerikan lagi di lini depan. Duet maut Ilham Jaya Kusuma serta Zainal Arief yang semakin membuat angker Stadion Benteng.
Tak hanya Persita yang punya taji. Tim sekota yaitu Persikota Tangerang juga tidak kalah menterengnya.
Bahkan kesebelasan yang kerap memakai kostum berwarna kuning ini dijuluki Bayi Ajaib. Klub tersebut dinahkodai Rahmat Darmawan yang menjadi pelatih beken di kancah pesepak bolaan Indonesia.
Benteng Mania yang merupakan pendukung tim Persikota selalu membanjiri Stadion Benteng. Mereka atraktif dengan mengumandangkan yel - yel untuk mendukung tim kesayangannya.
Sederet bintang juga sempat menjadi punggawa Persikota. Mereka di antaranya Firmansyah, Joao Bosco Capral, Supriyono, Isnan Ali, Francis Yonga, Leng Lolo, dan Aliyudin.
Namun kini suasana Stadion Benteng tak semeriah seperti dulu. Masa kejayaan itu perlahan - lahan mulai redup.
Stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Tangerang ini mulai sunyi sepi. Kondisinya memprihatikan, terbengkalai dan terawat.
Kehangatan para suporter pun hanya menjadi kenangan. Nostalgia dan momen - momen kemeriahan sulit untuk dilupakan di Stadion Benteng ini.
Bahkan Persikota tak tahu ke mana rimbanya. Nasib Bayi Ajib ini pun tak menentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/stadion-benteng_20161030_183553.jpg)