Musim Hujan, Warga Baru Kampung Apung Berbenah
Mereka meninggikan rumahnya dan membuat bangunan loteng, agar bisa menyelamatkan barang-barangnya saat banjir datang.
Makanya, ucap Imron, pihaknya belum punya langkah khusus untuk menyelesaikan banjir disana.
Sementara itu, dari cerita warga sesepuh di Kampung Apung, diketahui sebelumnya kampung itu bernama Kapuk Teko.
Di tahun 1970an, kampung Kapuk Teko dikelilingi pesawahan dan pepohonan. Airnya bersih dan jernih.
Semuanya berubah kacau setelah pergudangan pertama dibangun pada tahun 1986. Banjir mulai muncul disana.
Di tahun 1990an semuanya bertambah kacau dengan dibangunnya berbagai pabrik dan perumahan elit.
Seluruh pabrik dan perumahan elit mengurug lahan dan menjadikannya lebih tinggi dari Kampung Kapuk Teko.
Wilayah itupun kemudian jadi tempat buangan air karena jadi lokasi terendah disana. Lambat laun tempat itu terendam dan rumah mulai tenggelam.
Ada warga yang memilih bertahan, tetapi banyak pula yang menjualnya. Kini, menurut warga setempat, untuk membangun rumah disana perlu tiang pancang sedalam 2 meter untuk mencapai tanah kampung itu di dasar rawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160919-kampung-apung-banjir_20160919_225040.jpg)