Aa Gatot dan Narkoba
Dengar Cerita Seks Berlima yang Dilakukan Gatot dengan Anak-anak Bikin Ngilu
Pengaruh Aspat di padepokan Aa Gatot Brajamusti sangat mengerikan, bahkan bisa menghilangkan keparawanan gadis.
Di tahun 2007, kata Sudarmono, kliennya masih perawan dan baru berusia 16 tahun 10 bulan.
Alasannya harus bersetubuh, karena jin itu harus dikeluarkan dengan lebih dulu menghirup oksigen.
Dan oksigen itu ada di dalam alat kelamin wanita perawan.
Lalu sebelum bersetubuh Aa Gatot meminta CT untuk menghisap sabu dan mencekokinya dengan minuman keras. CT pun terperdaya.
Ritual menghisap sabu itu disebut Aa Gatot sebagai ritual 'Aspat'. Semacam memberi makan jin yang ada di dalam tubuhnya.
"Waktu itu klien saya masih dibawah umur. Dia belum tahu yang ia hisap itu sabu," kata Sudarmono.
Sejak itu CT sering diajak kesana-kemarin oleh Aa Gatot. Dia kerap diajak ke rumah Aa Gatot di Pondok Indah, lalu ke padepokannya di Sukabumi, serta ke berbagai hotel.
Segalanya, kata Sudarmono, tak jauh soal sex ketika Aa Gatot mengajak CT.
Selanjutnya CT mengikuti Aa Gatot sepanjang tahun 2007 sampai 2011. Dia melewatkan masa SMAnya karena sudah tak fokus lagi.
"Lulusan SMP dia ini," kata Sudarmono.
Selama itu dia sempat hamil 2 kali oleh Aa Gatot dan digugurkan.
Tapi di kehamilan ketiga, yakni pada 2012, CT melahirkan anak Aa Gatot dan sudah berusia 4 tahun di tahun 2016.
"Bisa di tes DNA anaknya itu," kata Sudarmono.
Sementara itu, pengacara Aa Gatot, Muara Karta, terheran-heran dengan laporan yang dibuat CT.
"CT itu memang istrinya, tetapi mereka sudah pisah," kata Karta ketika dihubungi Wartakotalive.com, pagi ini.