Pembangunan Terminal Terpadu Depok Dinilai Terlalu Lambat
Pembangunan Terminal Terpadu Depok dinilai terlalu lambat perkembangannya.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Belum tampak lagi adanya pekerja yang melakukan pengerjaan lanjutan dari proses konstruksi jembatan yang sudah terbangun tersebut.
Selain itu, dibelakang terminal Depok juga sudah mulai dibangun bedeng dari kontainer bekas yang dicat putih. Direncanakan bedeng ini menjadi tempat tinggal sementara para pekerja saat pembangunan Terminal Terpadu mulai massif dilakukan.
Setelah jembatan rampung, kata Muttaqin, pihaknya akan melanjutkan pembangunan berupa pengerjaan jalan di kedua arah menuju jembatan penghubung.
"Dengan kata lain, setelah jembatan selesai maka pembangunan masuk dalam tahap proses groundbreaking di lahan terminal terpadu. Sehingga nantinya angkutan kota yang masuk akan dialihkan ke terminal sementara melalui jembatan penghubung itu," kata Muttaqin.
Seperti diketahui pembangunan Terminal Terpadu Depok akan menelan dana Rp 1,3 Triliun dan ditargetkan selesai dalam 5 tahun.
Mega proyek ini merupakan kerjasama antara Pemkot Depok dengan pengembang sekaligus investor PT Andyka Investa dengan sistem bangun guna serah selama 30 tahun. Proyek ini dibangun di lahan seluas sekitar 2,5 hektar di sisi Jalan Margonda milik Pemkot Depok.
Selain terintegrasi dengan Stasiun KA, terminal akan dilengkapi dengan mega superblok komersil, mal, serta hotel dan apartemen 30 lantai.
Terminal diklaim akan senyaman bandara. Sebab bangunan besar terminal akan dilengkapi pendingin ruangan ditambah segala fasiltas modern lainnya.
Mulai dari layar LCD untuk informasi dan pengumuman ke warga, sampai eskalator penghubung yang dapat membawa warga dari terminal bus menuju Stasiun KA Depok atau sebaliknya.
Karenanya, Pemkot Depok berharap keberadaan Terminal Terpadu Depok nantinya menjadi ikon baru Kota Depok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150925-terminal-depok_20150925_175115.jpg)