Rabu, 6 Mei 2026

Pembangunan Terminal Terpadu Depok Dinilai Terlalu Lambat

Pembangunan Terminal Terpadu Depok dinilai terlalu lambat perkembangannya.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
istimewa
Terminal Depok 

WARTA KOTA, DEPOK-Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Edi Masturo, menilai progres pembangunan Terminal Terpadu Kota Depok terlalu lambat.

Padahal kata Edi, proyek itu sudah disepakati dan terjalin kerjasama antara Pemkot Depok dengan investor sejak sekitar 3 tahun lalu.

Bahkan karena proyek itu, ratusan pedagang kaki lima liar di dalam terminal Depok ditertibkan 2014 lalu.

"Namun setelah itu, sudah setahun lebih sampai kini, pengerjaanya belum ada kemajuan sama sekali. Kami meminta Pemkot Depok concern dan fokus atas pembangunan infrastruktur ini, agar lebih dipercepat," kata Edi, Kamis (1/9/2016).

Menurut Edi, karena belum adanya pengerjaan yang signifikan atas rencana pembangunan Terminal Terpadu Depok, kondisi terminal itu kini dirasakan warga tidak lagi nyaman.

"Jadi demi warga, pembangunannya harus lebih dipercepat, agar semua sarana, prasarana dan fasilitas yang direncanakan di sana bisa dinikmati masyarakat," kata Edi.

Sebelumnya pengembang sekaligus investor mega proyek Terminal Terpadu Kota Depok, PT Andyka Investa, menargetkan pembangunan jembatan penghubung di belakang Terminal Depok yang sempat mangkrak hampir selama sebulan ini, akan rampung dikerjakan sebelum akhir tahun 2016 ini.

Sehingga nantinya groundbreaking lahan terminal untuk dimulainya pengerjaan bangunan utama terminal, juga sudah bisa dilakukan tahun ini.

Hal itu dikatakan Juru Bicara PT Andyka Investa, Muttaqin. Ia menuturkan lanjutan pengerjaan jembatan penghubung yang merupakan proses awal atau persiapan pembangunan Mega Proyek Terminal Terpadu Depok, akan kembali dilakukan pekan ini atau paling lambat pekan depan.

Sebab kata dia, pihak ketiga atau kontraktor yang ditunjuk pihaknya untuk mengerjakan jembatan itu sudah melakukan peninjauan ke lapangan, Rabu (31/8/2016) untuk mempersiapkan lanjutan pengerjaan secara teknis.

"Seharusnya pekan ini sudah bisa dilanjutkan lagi pengerjaannya," kata Muttaqin.

Namun, jika memang masih butuh waktu perhitungan diharapkan awal pekan depan pengerjaan lanjutan sudah pasti dilakukan.

Jembatan penghubung yang dibangun itu lokasinya adalah di belakang pusat perbelanjaan ITC Depok itu. Jembatan menghubungkan lahan terminal depok dengan halaman Stasiun KA Depok Baru (Stadebar).

"Setelah jembatan selesai, barulah terminal lama kita pindahkan ke terminal sementara di lahan Stadebar. Nanti semua angkot dialihkan ke lahan Stadebar melalu jembatan itu. Jadi lahan terminal lama kosong, karena akan mulai digrounbreaking atau diratakan dan dikeruk," katanya.

Pantauan Warta Kota, di lokasi pengerjaan jembatan penghubung, Rabu siang, tampak beton penyangga jembatan telah selesai sebagian besar. Sementata besi penopang jembatan juga sudah mulai terpasang dan melintang di atas Kali Baru Depok, walau masih tanpa dasar penutup alas jembatan yang lengkap.

Belum tampak lagi adanya pekerja yang melakukan pengerjaan lanjutan dari proses konstruksi jembatan yang sudah terbangun tersebut.

Selain itu, dibelakang terminal Depok juga sudah mulai dibangun bedeng dari kontainer bekas yang dicat putih. Direncanakan bedeng ini menjadi tempat tinggal sementara para pekerja saat pembangunan Terminal Terpadu mulai massif dilakukan.

Setelah jembatan rampung, kata Muttaqin, pihaknya akan melanjutkan pembangunan berupa pengerjaan jalan di kedua arah menuju jembatan penghubung.

"Dengan kata lain, setelah jembatan selesai maka pembangunan masuk dalam tahap proses groundbreaking di lahan terminal terpadu. Sehingga nantinya angkutan kota yang masuk akan dialihkan ke terminal sementara melalui jembatan penghubung itu," kata Muttaqin.

Seperti diketahui pembangunan Terminal Terpadu Depok akan menelan dana Rp 1,3 Triliun dan ditargetkan selesai dalam 5 tahun.

Mega proyek ini merupakan kerjasama antara Pemkot Depok dengan pengembang sekaligus investor PT Andyka Investa dengan sistem bangun guna serah selama 30 tahun. Proyek ini dibangun di lahan seluas sekitar 2,5 hektar di sisi Jalan Margonda milik Pemkot Depok.

Selain terintegrasi dengan Stasiun KA, terminal akan dilengkapi dengan mega superblok komersil, mal, serta hotel dan apartemen 30 lantai.

Terminal diklaim akan senyaman bandara. Sebab bangunan besar terminal akan dilengkapi pendingin ruangan ditambah segala fasiltas modern lainnya.

Mulai dari layar LCD untuk informasi dan pengumuman ke warga, sampai eskalator penghubung yang dapat membawa warga dari terminal bus menuju Stasiun KA Depok atau sebaliknya.

Karenanya, Pemkot Depok berharap keberadaan Terminal Terpadu Depok nantinya menjadi ikon baru Kota Depok.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved