Senin, 20 April 2026

Ahok Kesal Bantar Gebang Kekurangan Alat Berat

Bantar Gebang ya kita kerja aja. Mungkin akan pasang juga pengolahan incenerator untuk ke depan.

Penulis: Mohamad Yusuf |
Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 

WARTA KOTA, BALAIKOTA - Semenjak Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, diambil alih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, pengolahan sampah terhambat.

Pasalnya, alat berat yang dimiliki Dinas Kebersihan DKI belum memadai.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengatakan, bahwa sebelumnya telah meminta Dinas Kebersihan untuk membeli alat berat yang cukup banyak. Namun, tak kunjung dilakukan oleh Dinas Kebersihan.

"Bantar Gebang ya kita kerja aja. Mungkin akan pasang juga pengolahan incenerator untuk ke depan. Kalau dalam kota udah ada incenerator, berarti yang di Bantar Gebang akan fokus untuk Bekasi dan sekitarnya. Kita kan ada kerjasama dengan Bekasi," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (29/7/2016).

Menurut Ahok sebenarnya, alat berat yang telah dibelinya baru. Namun, sayang jumlahnya masih kurang.

"Dulu kan nggak beroperasi banyak. Sebetulnya alat berat kita baru-baru. Hampir nggak ada rusaknya. Saya juga udah bilang sama bagian kebersihan, kalau sekarang dibilang alat berat nggak cukup. Kenapa beli alat berat nggak cukup. Kan udah tahu mau ambil alih," katanya.

Apalagi, DKI terbilang memiliki anggaran yang cukup banyak. Seharusnya bisa membeli alat berat dengan cukup banyak.

"Kalau cuma 50 biji (unit alat berat), 100 biji juga bisa beli kok DKI. Sekarang Rp 400 miliar bayar dia setahun. Logikanya saja, alat berat paling mahal berapa? Rp 1 miliar atau Rp 2 miliar. Sekarang beli 100 biji cuma Rp 100 miliar kok. Jadi nggak masuk akal, apalagi cuma 50, ah 50 lebih murah lagi. Itu mah Rp 100 miliar juga udah cukup. Nggak ada alasan bilang alat berat nggak cukup. Saya nggak ngerti," katanya.

Namun, dengan melihat jumlah alat berat yang dimiliki sekarang, menurut Ahok, memang tidak ada niat dari Dinas Kebersihan untuk membeli alat berat.

"Kalau dia bilang alat berat nggak cukup, berarti memang orang kita itu niatnya nggak mau ngambil. Gitu kesimpulannya. Saya sudah suruh ngitung, saya mau ngambil balik Bantar Gebang sejak 2013 loh. Saya sudah sampaikan, saya kasih kesempatan Godang Tua (PT Godang Tua Jaya), bisa perbaiki nggak. 2013 nggak bisa, 2014 kita tunggu nggak bisa. 2015 kita mau ambil alih eh gugat kita. Jadi saya udah baik hati waktu itu," katanya.

Panggil Dinas Kebersihan

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD DKI, Pandapotan Sinaga, mengatakan, bahwa seharusnya Dinas Kebersihan DKI, sudah siap infrastrukturnya.

Bukan justru, seperti saat ini, setelah diambil alih, justru kekurangan alat berat.

"Saya melihatnya Pemprov DKI belum siap mengambil alih. Karena jumlah alat beratnya justru masih kurang," katanya.

Menurut politisi PDIP itu, sebenarnya alat berat yang dibutuhkan hanya 60 unit. Namun, saat ini hanya memiliki 21 unit.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved