Miris, RSUD Kota Bekasi Berutang Obat Rp 1 Miliar
RSUD Kota Bekasi utang obat senilai Rp 1 miliar kepada distributor obat pada tahun ini.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dian Anditya Mutiara
Sehingga, dalam anggaran perubahan bisa segera diselesaikan semua.
Ketika dikonfirmasi menyangkut utang obat ke pihak distributor, Humas RSUD Kota Bekasi, Usep Rahman enggan menjelaskannya.
Namun Usep berdalih, akan menanyakan ihwal utang tersebut ke bagian keuangan di RSUD.
"Soal itu nanti yah, kalau urusan itu saya tanyakan dulu ke bagiannya langsung," singkatnya melalui sambungan telepon.
Seperti yang pernah diberitakan Warta Kota beberapa waktu lalu, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Titi Masrifahati mengatakan, stok obat untuk penyakit jantung dan kejang sudah minim persediaan.
Hal itu disebabkan, karena terkendala tekhnis pengiriman obat.
Selain itu, penyebab minimnya stok obat, kata Titi, karena kedatangan pasien berobat selalu di atas rata-rata, sehingga ketersediaan obat semakin menipis.
"Permintaannya sangat banyak, tapi pengiriman obat cenderung lamban," kata Titi.
Selain itu, kata titi, penyebab yang lainnya adalah adanya sejumlah merek obat yang sampai sekarang belum masuk plafon pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sehingga, hal itu yang membuat bagian farmasi tidak mencatat dalam perencanaan belanja obat, "Jenis obatnya seperti jenis vitamin dan fitofarmaka," kata Titi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160713-rsud-kota-bekasi_20160713_215811.jpg)