Kamis, 9 April 2026

Miris, RSUD Kota Bekasi Berutang Obat Rp 1 Miliar

RSUD Kota Bekasi utang obat senilai Rp 1 miliar kepada distributor obat pada tahun ini.

ISTIMEWA
RSUD Kota Bekasi 

WARTA KOTA, BEKASI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi utang obat senilai Rp 1 miliar kepada distributor obat pada tahun ini.

Hal itu terungkap, setelah Inspektorat Kota Bekasi mengaudit rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

"Penghitungan kami seperti itu, kurang lebih utangnya Rp 1 miliar. Sedangkan utang di tahun sebelumnya sudah dibayar," ujar Kepala Inspektorat Kota Bekasi, Cucu Syamsudin pada Rabu (13/7).

Meski demikian, Cucu berdalih minimnya stok obat di sana bukan karena utang, tapi jumlah pasien yang membutuhkan obat tersebut membludak.

Seperti penyakit jantung dan kejang.

"Pihak distributor obat bukannya tidak mau mengirimkan obat lagi, tapi karena memang tidak masuk dalam pembelian saja kok kondisi kekosongan obat ini," katanya.

Cucu mejelaskan, utang tersebut bukan RSUD tidak memiliki uang untuk membayarnya.

Hanya saja, RSUD dianggap tidak matang dalam perencanaan pembelian stok obat setiap tahun anggaran.

"Padahal mereka punya uang. Tapi dalam alokasi pembelian obat tidak matang. Jadinya kurang uangnya," dalihnya.

Cucu menyebut, selama ini pembelian obat yang dilakukan pihak rumah sakit hanya untuk 900 item setiap tahunnya.

Padahal, jenis obat yang dibutuhkan oleh pasien tidak semua tercatat, sehingga, dalam perjalanannya obat yang diperlukan tidak ada.

"Tidak ada inventarisir data obat pasien oleh RSUD. Jadi terkesan kekurangan terus," kata Cucu.

Cucu mencontohkan, setidaknya ada dua item obat yang stoknya kosong, yaitu untuk penyakit jantung dan kejang.

Seharusnya, kata Cucu, obat tersebut harus disediakan mengingat penyakitnya beresiko.

Belajar dari pengalaman ini, Cucu menyatakan bakal membenahi manajemen pengelolaan obat di RSUD.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved