Koran Warta Kota
Puluhan Mobil Warga Pantai Mutiara Kelelep
"Saya sampai gemetaran lihat air tinggi se-atap mobil. Kalau memang perusahaan pengembang ya pemerintah tegur. Dua mobil saya terendam."
"Sampai saat ini kami masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab tanggul jebol. Kami upayakan untuk menyeselesaikan pembuatan tanggul sementara ini dulu," jelasnya.
Diakui, pihaknya berlomba dengan waktu karena pasang surut air laut diketahui akan kembali naik lagi.
Bahkan, dalam kurun waktu satu minggu ini ketinggian air pasang diperkirakan cukup tinggi.
"Harus segera dengan cepat dirampungkan. Sebab, air dipastikan akan kembali pasang dan sirkulasi ketinggian air dalam seminggu ini saya akui cukup tinggi. Untuk sementara, pembuatan tanggul darurat seperti ini lah yang efektif untuk menahan air pasang," ucapnya.
Tetapi, lanjutnya, tanggul darurat yang isinya berupa karung berisi pasir hanya bisa bertahan satu minggu.
Untuk memperkuat tanggul darurat, pihaknya akan menimbun tanggul dengan tanah.
Normal kembali
Pantauan Warta Kota, jalan-jalan yang berada dikawasan elit itu mulai kering. Sejumlah petugas pun, baik dari kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Tata Air DKI, hingga petugas dari perusahaan pengembang kawasan Pantai Mutiara tersebut, yakni PT Intiland Development Tbk, masih berada di lokasi tanggul yang lokasinya tak jauh dari Kawasan apartemen Regata Pluit.
Sejumlah warga pun mulai beraktivitas normal kembali.
Ada yang bersepeda, berlalu-lalang mengendarai mobil dan sepeda motor, hingga melihat-lihat petugas tengah menata tanggul yang sudah tertutup oleh ratusan karung pasir dan terpal.
Terpantau siang hari
Berdasarkan data yang dirilis Pusat Data dan Kendali Operasi (Pusdalops) BPBD DKI, banjir rob berpotensi menggenangi 10 kawasan di Jakarta Utara. Pertama kali terpantau, banjir rob ini sejak pukul 14.00 WIB, Jumat (3/6) siang.
Sekitar pukul 14.00 WIB, tinggi muka air di Pintua Air Pasar ikan terpantau setinggi 185 cm atau siaga III.
Satu jam kemudian atau sekitar pukul 15.00 WIB, TMA meningkat menjadi 196 cm.
Kemudian pada pukul 17.00 WIB, TMA semakin tinggi hingga menyentuh level 200 cm atau siaga II. Menjelang malam atau sekitar pukul 19.00 WIB, TMA menyentuh angka 240 cm atau siaga II dan membuat tanggul di Pantai Mutiara tak mampu menampung luapan rob.
Pusdalops BPBD DKI sendiri sudah mengeluarkan warning dampak banjir rob akan menggenangi 10 wilayah, seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Penjaringan, Ancol, Tanjung priok, Koja Utara, Kalibaru, Cilincing, dan Marunda. (bas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160605-air-pasang-banjir-pantai-mutiara-pluit_20160605_094432.jpg)