Rabu, 22 April 2026

Koran Warta Kota

Puluhan Mobil Warga Pantai Mutiara Kelelep

"Saya sampai gemetaran lihat air tinggi se-atap mobil. Kalau memang perusahaan pengembang ya pemerintah tegur. Dua mobil saya terendam."

Editor: Suprapto
dok.Warta Kota
Air pasang menggenangi perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Citra (38), salah seorang warga perumahan elite perumahan Pantai Mutiara masih kesal lantaran rumahnya terkena banjir dadakan, Jumat (3/6) malam.

Selain perabotan rumah terendam, juga dua mobilnya terendam sampai atapnya.

"Mobil saya baru diderek mas tuh dibawa suami ke bengkel. Mobil terendam sampai ke atapnya apakah tuh mobil bisa jalan," katanya sembari menyiram teras garasi di kediamannya yang berlantai dua.

Ada puluhan mobil mewah yang bernasib serupa  dengan mobil milik Citra, yakni kelelep air banjir.

Menurut Citra, pemerintah harus menegur perusahaan pengembang yang sudah merugikan warganya tersebut.

"Saya sampai gemetaran lihat air tinggi se-atap mobil. Kalau memang perusahaan pengembang ya pemerintah tegur dong. Rugi banget dua mobil saya mau keseret air begitu. Sudah mas, saya sibuk beresin rumah, saya lagi pusing," jelas wanita berambut pendek ini.

Pantauan Warta Kota, Sabtu (4/6) masih banyak warga yang membereskan sisa lumpur tanah yang masuk ke dalam rumah akibat terbawa air laut.

Menggunakan peralatan rumah tangga yang sederhana, beberapa warga beserta anggota keluarganya nampak kelelahan.

Sebagian warga lain terlihat tengah mencuci mobil mereka yang sempat terendam air semalaman.

Beberapa dari mereka mengaku aktivitas malam minggu terganggu akibat jebolnya tanggul.

"Rencana sama keluarga mau malam mingguan di luar, eh malah beresin rumah begini ya mas. Musibah mana kita tahu ya. Mau nyalahin siapa saya juga enggak ngerti lah. Yang penting enggak ada kehilangan nyawa akibat musibah itu. Kalau diingat-ingat tuh merinding saya," jelas Herman (45), warga lainya yang ketika didatangi Warta Kota tengah mengepel lantai garasinya.

Seperti diketahui, jebolnya tanggul di kompleks elite itu sempat merendam 124 rumah warga blok R, S, T, dan U. Banyak warga yang mengatakan bahwa mobilnya rusak akibat diterjang air setinggi 50 hingga 100 sentimeter yang berasal dari tanggul jebol di dekat Blok T Kawasan Apartemen Regata.

"Tanggul jebol karena ada retakan ya. Saya pikir, retakan itu sudah lama mas. Masalahnya, tanggul itu sebelumnya saya lihat kayak ada rembesan air kecil ngalir gitu. Tapi masih dianggap enggak berbahaya kali ya," jelas Hendrik (40), salah seorang warga.

Bayu Hadiwijaya (39), warga Blok TB Pantai Mutiara Pluit awalnya melihat keanehan di luar pagar rumahnya.

Tidak biasanya ada air yang menggenang seperti ini.

"Saya cuci mobil selesai jam 19.00 WIB. Saya beresin peralatan kemudian naik ke atas rumah mau makan, karena lapar. Ya sudah, selesai saya makan niat mau masukin mobil ke garasi."

"Anehnya kok ada genangan air depan pagar saya ya. Saya awalnya cuek aja tuh sambil masukkin mobil ke garasi, tapi saya tetap penasaran, saya keluar dari pagar memang betulan air. Wah, tumben-tumbenan aja nih bisa begini. Air datang darimana ini?" pikirnya.

Warga lain juga pada keluar, saya dapat telepon dari teman saya juga, katanya air bah. Waduh. Apa iya kiamat? Saya sudah kepikiran ke situ. Saya diamkan lama kelamaan genangan air makin meninggi sampai merendam mobil - mobil tetangga saya yang lain."

"Aduh, saya masuk ke dalam rumah dan saya minta istri dan dua anak saya di dalam dan jangan keluar kemana - mana," ujarnya.

Hendra (38), warga Blok R Pantai Mutiara ini tahu adanya banjir dadakan yang menimpa wilayahnya, dari tetangganya sendiri yang menghubunginya via telepon.

"Saya ditelepon tetangga saya kalau Pantai Mutiara diterjang banjir mendadak. Padahal hujan sih enggak mas. Tenang-tenang aja. Tapi kisaran jam 20.00 WIB itu airnya sudah tinggi mas."

"Katanya ada tanggul jebol, saya pikir dekat sekali dari rumah saya, kisaran 200 meteran lah. Itu airnya ngalir depan rumah saya mirip sungai. Persis! Saya sudah ketakutan aja," jelasnya.

Alhasil, tinggi air yang mencapai perut orang dewasa bahkan dapat menutup atap mobil.

"Saya coba tengok anak saya lagi tidur di atas sama istri saya, dan saya suruh ke lantai dua, takutnya masuk ke rumah saya ya kan. Tapi hanya depannya saja. Petugas juga tak lama datang. Kondisinya seram pak, gelap. Saya seramnya itu banjir persis sungai pak. Mengalir deras," jelasnya

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Denny Wahyu, menjelaskan pihaknya akan melakukan upaya sebaik mungkin untuk melakukan pemulihan di kawasan Pantai Mutiara.

Banjir yang merendam kawasan Pantai Mutiara, diakui Denny, tidak menimbulkan kerugian signifikan, bahkan tidak menelan korban jiwa.

Keretakan

Menurut Deny, penyebab jebolnya tanggul tersebut diduga akibat adanya keretakan.

"Keretakan ini terbilang sudah lama, dan tidak ada tindak lanjut atau perbaikkan oleh pihak pengembang. Seluruh pengerjaan serta pemeliharaan tanggul secara penuh tanggung jawab dari PT Intiland Development Tbk selaku pengembang," katanya di lokasi.

Namun menurut Deny, penyebab pasti jebolnya tanggul ini masih diselidiki.

"Sampai saat ini kami masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab tanggul jebol. Kami upayakan untuk menyeselesaikan pembuatan tanggul sementara ini dulu," jelasnya.

Diakui, pihaknya berlomba dengan waktu karena pasang surut air laut diketahui akan kembali naik lagi.

Bahkan, dalam kurun waktu satu minggu ini ketinggian air pasang diperkirakan cukup tinggi.

"Harus segera dengan cepat dirampungkan. Sebab, air dipastikan akan kembali pasang dan sirkulasi ketinggian air dalam seminggu ini saya akui cukup tinggi. Untuk sementara, pembuatan tanggul darurat seperti ini lah yang efektif untuk menahan air pasang," ucapnya.

Tetapi, lanjutnya, tanggul darurat yang isinya berupa karung berisi pasir hanya bisa bertahan satu minggu.

Untuk memperkuat tanggul darurat, pihaknya akan menimbun tanggul dengan tanah.

Normal kembali

Pantauan Warta Kota, jalan-jalan yang berada dikawasan elit itu mulai kering. Sejumlah petugas pun, baik dari kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Tata Air DKI, hingga petugas dari perusahaan pengembang kawasan Pantai Mutiara tersebut, yakni PT Intiland Development Tbk, masih berada di lokasi tanggul yang lokasinya tak jauh dari Kawasan apartemen Regata Pluit.

Sejumlah warga pun mulai beraktivitas normal kembali.

Ada yang bersepeda, berlalu-lalang mengendarai mobil dan sepeda motor, hingga melihat-lihat petugas tengah menata tanggul yang sudah tertutup oleh ratusan karung pasir dan terpal.

Terpantau siang hari

Berdasarkan data yang dirilis Pusat Data dan Kendali Operasi (Pusdalops) BPBD DKI, banjir rob berpotensi menggenangi 10 kawasan di Jakarta Utara. Pertama kali terpantau, banjir rob ini sejak pukul 14.00 WIB, Jumat (3/6) siang.

Sekitar pukul 14.00 WIB, tinggi muka air di Pintua Air Pasar ikan terpantau setinggi 185 cm atau siaga III.

Satu jam kemudian atau sekitar pukul 15.00 WIB, TMA meningkat menjadi 196 cm.

Kemudian pada pukul 17.00 WIB, TMA semakin tinggi hingga menyentuh level 200 cm atau siaga II. Menjelang malam atau sekitar pukul 19.00 WIB, TMA menyentuh angka 240 cm atau siaga II dan membuat tanggul di Pantai Mutiara tak mampu menampung luapan rob.

Pusdalops BPBD DKI sendiri sudah mengeluarkan warning dampak banjir rob akan menggenangi 10 wilayah, seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Penjaringan, Ancol, Tanjung priok, Koja Utara, Kalibaru, Cilincing, dan Marunda. (bas)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved