Citizen Journalism

Politik Opera Sabun

Kita memerlukan revolusi dalam bidang politik. Perlu ada perubahan fundamental dalam tubuh partai politik kita.

Warta Kota/Nur Ichsan.
Lokasi Luar Batang yang sudah diratakan dengan tanah, ada apartemen terlihat di balik reruntuhan permukiman warga Luar Batang. 

WARTA KOTA, PALMERAH - KONDISI permukiman di kawasan Pasar Ikan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, sudah rata dengan tanah setelah penggusuran, Senin, 11 April 2016.

Menurut Pemprov DKI Jakarta, tujuan penggusuran untuk revitalisasi kawasan wisata bahari dan program normalisasi kali agar dapat segera terealisasi.

Sebelumnya, Pemprov DKI juga melakukan penggusuran di kawasan Kalijodo, Jakarta Barat.

Tahun lalu penggusuran di kawasan Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, dilakukan dengan tidak manusiawi. Wajah Pemprov terlihat begitu sangat represif.

Tujuan akhir bernegara, adalah untuk menjadikan kehidupan rakyat dan bangsa ini bahagia.

Pembukaan UUD 1945 Alinea IV mengamanatkan, negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan abadi dan keadilan sosial.

Data yang dimiliki FAKTA, setidaknya jumlah warga miskin yang tergusur meningkat secara signifikan.

Pada 2013 ada 17.533 jiwa, lalu 2014 ada 15.931 jiwa, dan di 2015 ada 28.572 jiwa.

Menurut penelitian Susan George, The Lugano Report (edisi baru 2003), salah satu persoalan terbesar yang potensial mengganggu kapitalisme global adalah pertumbuhan penduduk.

Dengan tingkat pertumbuhan penduduk dunia seperti sekarang ini, kapitalisme akan macet karena kekurangan bahan baku, lingkungan rusak, daya beli terus merosot, dan konflik sosial terus menghantui.

Dalam perhitungan George, bila kapitalisme global hendak dilestarikan, jumlah penduduk dunia yang berjumlah sekitar 6 miliar harus dikurangi menjadi 4 miliar. Artinya, 2 miliar penduduk dunia ini sebenarnya tidak dibutuhkan!

Misalkan kita ajukan angka 49,5 juta orang miskin di Indonesia saja, kini 2 miliar orang di dunia ini kena status pesakitan, mereka yang tidak dibutuhkan.

Menurut perhitungan ekonomi berdarah dingin itu, mereka itu seharusnya dumusnahkan.

Hanya karena ada perhitungan etis dan kepantasan publik, pemusnahan itu diperlunak menjadi penggusuran dan peminggiran.

Holocaust yang dikenal sebagai genosida paling efisien dan ambisius di dunia “hanya” sanggup menghabiskan 6 juta orang dalam jangka waktu 4 tahun.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved