Citizen Journalism

Antara Ojek Online dan Ojek Konvensional

Sebut saja ojek online yang menjadi pelopor berkembangnya aplikasi-aplikasi transportasi online lainnya yang seakan memberi oase di tengah runyamnya

Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Sejumlah pengemudi Go-Jek Bekasi menuju ke kawasan Sudirman, Selasa (22/3) siang. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Aktivitas warga di kota-kota besar memang seakan tak ada habisnya. Efisiensi waktu kini menjadi hal yang sangat penting.

Seperti halnya dalam transportasi, berbagai aplikasi transportasi online pun menjamur akhir-akhir ini.

Sebut saja ojek online yang menjadi pelopor berkembangnya aplikasi-aplikasi transportasi online lainnya yang seakan memberi oase di tengah runyamnya masalah transportasi di Indonesia khususnya kemacetan.

Di tengah berbagai kemudahan yang disuguhkan, bukan berarti aplikasi yang bermodalkan smartphone ini nihil kecaman.

Di awal aplikasi ini booming, kita tentu masih ingat kejadian driver ojek online yang babak belur dipukuli ojek pangkalan. Seperti yang terjadi di Cibiru, Bandung (22/10/1015) lalu.

Muncul rasa tersaingi bagi para ojek konvesional.

Lantas yang menjadi masalah di sini adalah ketidakpahaman ojek pangkalan akan sistem aplikasi online ini.

Yang pada dasarnya hanyalah sebuah aplikasi penghubung antara driver dan penumpang. Bukan orang berjaket hijau yang seenaknya merebut penumpang langganan mereka.

Yang kedua adalah image 'negatif’ yang terlanjur terbangun dalam pikiran masyarakat tentang ojek pangkalan semakin menambah kontradiksi di antara keduanya.

Seperti penetapan harga yang seenaknya ataupun perilaku yang kurang sopan. Padahal, memukul rata bahwa semua ojek pangkalan semena-mena adalah hal yang kurang bijak.

Dan terlalu memberi kepercayaan penuh kepada ojek online juga perlu dipikirkan kembali.

Karena di beberapa kejadian pernah terjadi pelayanan buruk ojek online sebut saja salah satunya oknum driver ojek online yang melakukan pelecehan kepada penumpangnya.

Lantas apa solusinya? Pengojek pangkalan maupun pengojek online hanya tahu bahwa ia mencari kerja untuk menghidupi kehidupannya ataupun keluarganya.

Bagi beberapa pengemudi lain ada juga yang merasa terbantu dan diberi kemudahan karena mendapatkan sebuah mata pencaharian baru.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved