Angkutan Umum Mogok
Penumpang Taksi Panik
Sejumlah penumpang pesawat yang baru turun dari pesawat di terminal tiga juga hanya bisa bengong melihat pangkalan taksi kosong
WARTA KOTA, PALMERAH— Agus Muharam bersama ratusan penumpang pesawat lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala sembari memasang wajah masam saat mengetahui tidak ada satu pun taksi yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (22/3).
Pengusaha batu bara dari Kalimantan ini sedianya mau menuju Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, untuk mengikuti rapat dengan dengan rekan bisnisnya.
Tapi sejak keluar dari Bandara dia hanya bengong saja karena taksi yang biasanya berderet di depan lobi kemarin tak ada satu pun.
Agus terlihat gelisah dan sempat panik. Sebentar-sebantar menelepon. Matanya terus celingak-celinguk mencari-cari taksi.
Ia terlihat panik karena ingin segera menuju kantor tempat rekan bisnisnya. "Bisa hilang peluang bisnis puluhan miliar nih," katanya.
Yahya Husen yang baru kembali dari Singapura juga bernasib sama. Ia yang sejak dari Singapura sudah meminta dijemput sopirnya pun terpaksa menunggu berjam-jam di Bandara. "Sopir saya terjebak macet. Sedangkan taksi juga nggak ada. Mau naik bus Damri penuh semua," katanya.
Sambil menunggu sopirnya atau angkutan menuju kota Jakarta, Yahya terus menerus telepon. Akhirnya setelah menunggu beberapa jam akhirnya dijemput sang sopir.
Menggunakan mobil Toyota Alphard warna hitam, Yahya mengajak beberapa penumpang lain untuk ikut bersamanya.
Seperti diketahui, ratusan taksi yang biasa mangkal di Bandara Soekarno Hatta kemarin berunjuk rasa di Jakarta terkait usul penghapusan taksi berbasis aplikasi online.
Sejumlah penumpang pesawat yang baru turun dari pesawat di terminal tiga juga hanya bisa bengong melihat pangkalan taksi kosong. Hanya segelintir taksi saja yang nampak beroperasi.
"Aduh ini saya ada janji lagi di Jakarta. Tapi taksi malah nggak ada, " ujar Shinta, salah satu calon penumpang taksi.
Shinta, yang baru saja tiba dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ini pun mengaku amat gusar karena hal tersebut. "Ya ini merugikan banget lah. Taksi biasanya banyak, terus sekarang nggak ada. Harusnya saya udah bisa sampai kantor, malah masih ketahan di bandara," ujarnya kesal.
Taksi pelat hitam
Kasat Lantas Polresta Bandara Soekarno Hatta, Komisaris Salim Margie, menuturkan, pihak bandara sudah memberdayakan ratusan minibus untuk mengangkut penumpang yang hendak menuju atau meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta.
"Kebutuhan angkutan di bandara masih teratasi oleh ratusan kendaraan minibus yang dikelola Inkopau. Ini adalah taksi pelat hitam yang dulu dikenal sebagai taksi gelap," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160323-unjuk-rasa-sopir-taksi_20160323_083943.jpg)