Berita Jakarta
Harga Melambung, Pedagang Daging Sapi Jakarta Mogok Jualan Tiga Hari
Pedagang daging sapi Jakarta mogok jualan selama tiga hari akibat harga yang terus melonjak dan kuota impor yang dipangkas.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pedagang daging sapi di wilayah Jakarta menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari, mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).
Pedagang daging sapi di Jakarta yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta memutuskan mogok berjualan selama tiga hari, terhitung Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).
Ketua DPD APDI DKI Jakarta Wahyu Purnama mengatakan, aksi mogok dilakukan akibat tingginya harga sapi timbang hidup dari feedloter serta kenaikan harga karkas di Rumah Potong Hewan (RPH).
Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, APDI menyebut mogok dagang akan berlangsung di seluruh pasar dan RPH se-Jabodetabek.
“Seluruh anggota Asosiasi Pedagang Daging Indonesia bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi berhenti berjualan sebagai bentuk protes dan keprihatinan,” ujar Wahyu dalam surat tersebut, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Jaga Harga Daging Stabil Jelang Ramadan, Kolaborasi TDN dan Gojek Hadirkan Program Arisan Rendang
APDI sebelumnya telah bertemu Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian pada 5 Januari 2026 untuk membahas lonjakan harga.
Namun, permintaan jaminan stabilitas harga sapi hidup selama dua pekan tidak terealisasi.
Selain harga yang terus naik, aksi mogok juga dipicu oleh menurunnya daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah yang terdampak langsung mahalnya daging sapi.
APDI berharap pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga karena persoalan ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM di sektor hilir.
Berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan, harga rata-rata daging sapi paha belakang di DKI Jakarta tercatat naik 0,18 persen dari Rp 139.667 menjadi Rp 139.917 per kilogram.
Kuota Impor Dipangkas
Pelaku usaha sebelumnya menyampaikan keberatan dengan keputusan pemerintah memangkas kuota impor daging sapi reguler tahun 2026 menjadi 30.000 ton.
Pada tahun sebelumnya kuota daging sapi mencapai 180.000 ton.
Keluhan tersebut disikapi pemerintah dengan berjanji melakukan penijauan ulang pada Maret 2026.
Janji itu disampaikan Deputi Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono saat menerima perwakilan asosiasi industri daging di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
"Kami menyampaikan keberatan atas kuota 30.000 ton yang jauh lebih kecil dibanding tahun lalu 180.000 ton,” ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI) Teguh Boediyana.
Baca juga: Pikul Keliling hingga Legendaris di Jakarta, Kisah Soto Kaki dan Daging Sapi HM Effendi Sejak 1973
| Tidak Ada Kompromi terhadap Segala Bentuk Premanisme di Jakarta, Pramono Anung: Ambil Tindakan Tegas |
|
|---|
| Hujan Deras, Pohon Tumbang di Jalan Mabes Hankam Cipayung Jakarta Timur Menimpa Mobil yang Melintas |
|
|---|
| Beroperasi Juni 2026, Ini Cara ke Stasiun Jakarta International Stadium Pakai Kereta Commuter Line |
|
|---|
| Aksi Preman Tanah Abang Jakarta Pusat Coreng Nama Baik Jakarta, Satpol PP Diperintahkan Tindak Tegas |
|
|---|
| Saluran Tertimbun Sampah 17 Tahun, 180 Personel Dikerahkan Bersihkan PHB Tambora |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Lapak-penjual-daging-sapi-di-Pasar-Tomang-Barat-Jakarta-Barat-pada-Kamis-19122024.jpg)