Ayah dan Ibu Bernyanyi, Anak pun Bahagia
Ayah dan ibu yang menyanyikan lagu untuk anaknya membuat mereka bahagia.
Penulis: |
Sesempit waktu yang dimiliki orangtua, harus bisa bermain dengan anak. Terutama anak yang masih balita.
“Hubungan orangtua dan anak harus diperkuat terus. Saat balita, bermain jadi pekerjaan mereka. Orangtua harus mau memberikan hak bermain bersama mereka. Bikin kegiatan bermain yang berkualitas,” tegas Rini.
Soal tidak ada waktu yang menjadi alasan orangtua menurut Rini hanya soal pilihan.
Antara mau atau tidak meluangkan waktu.
Sesempit apapun sebenarnya harus bisa dan mau. Agar kebahagiaan orangtua dan anak terwujud.
Bermain bersama anak bisa dilakukan orangtua sesempit waktu yang ada. Jangan pula berpikir ‘mati gaya’ bila tidak ada mainan.
Orangtua bisa menjadi obyek bermain.
Misalnya, mengenal pipi, hidung, sambil dibunyikan ketika dipegang bagian wajah itu. Anak-anak biasanya akan tertawa ketika memegang pipi atau hidung lalu berbunyi…tet tot misalnya.
Menyanyi tidak perlu MP3.
Sesumbang suara ayah atau ibunya, anak-anak lebih suka bernyanyi bersama orangtuanya.
“Anak-anak mudah dibuat bahagia. Kalau orangtua bilang nggak ada waktu, sebenarnya mau atau tidak. Itu yang susah,” tegas dosen psikologi di Universitas Indonesia ini.
Rini juga mengingatkan pentingnya keterlibatan kedua orangtua, baik ayah dan ibunya.
Sejumlah penelitian menyebutkan keterlibatan maksimal orangtua, khususnya ayah dalam pengasuhan terbukti dapat membantu anak tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.
“Interaksi dan pengalaman yang dialami anak ketika bersama dengan ayah dapat mempengaruhinya hingga dewasa.
Perkembangan kognitif dan sosial emosi anak juga dipengaruhi oleh kedekatan dan hubungan emosional yang dibangunnya bersama ayah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151216-bayi-xavier-powell-bersama-kedua-orangtuanya_20151216_060921.jpg)