Minggu, 12 April 2026

Viny Felasiani

Bisnis Rendang Lewat Daring, Pelanggannya Hingga Mancanegara

Rendang merupakan makanan khas Minangkabau, Sumatera Barat yang disukai masyarakat dari berbagai kalangan.

Penulis: Ign Agung Nugroho |
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Viny Felasiani 

WARTA KOTA, JAKARTA - Rendang merupakan makanan khas Minangkabau, Sumatera Barat yang disukai masyarakat dari berbagai kalangan.

Penggemar masakan ini tak hanya masyarakat lokal, tetapi juga warga asing. Tak heran, salah satu kantor berita internasional pernah mendaulat rendang sebagai salah satu makanan paling enak di dunia.

Namun, kelezatan rendang tidak didapatkan secara instan. Proses mengolahnya pun perlu waktu agar bumbu balado-nya menyerap ke dalam daging sapi.

Bahkan, komposisi racikan bumbu dan proses memasak secara cermat pun harus dilakukan secara seksama.

Oleh sebab itu, banyak masyarakat memilih datang ke rumah makan padang terdekat untuk menyantap rendang, ketimbang memasaknya sendiri di dapur.

Nah, fenomena tersebut menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Peluang itu pun, salah satunya dilirik Viny Felasiani (35).

Belum genap setahun ini, dia menekuni usaha masakan rendang kemasan plus memasarkan secara daring (online) dengan label Rendang Uni Viny.

Meski demikian, bisnis rendang nya secara grafik, omzetnya terus meningkat.

"Belum besar sih, kisaran Rp 10 juta s/d Rp 15 juta per bulannya. Tapi alhamdulillah progress-nya ada. Apalagi baru aku seriusi akhir tahun lalu," ungkap Viny kepada Warta Kota baru-baru ini.

Perempuan yang belum lama ini memutuskan berhenti kerja sebagai Public Relations Section Head di salah satu televisi nasional itu, mengaku ingin total menggeluti usaha makanan warisan dari tanah lelulurnya itu.

"Aku baru resign akhir tahun lalu, selain punya baby lagi, aku ingin seriusin usaha rendang ini," katanya.

Cerita ibu tiga anak itu, meski baru total berwirausaha belum genap setahun, namun ia sudah mencoba-coba bisnis rendang sejak empat tahun silam.

"Hanya waktu itu belum serius, jika lebaran sekalian buat pesanan saudara dan teman-teman kantor. Karena hasil masakannya dibilang enak dan setiap tahun jadi langganan, maka tahun 2015 akhir mulai serius buat nama, kemasan, dan lain," kata Viny yang memproduksi sendiri usaha rendang-nya di rumahnya di kawasan Depok, Jawa Barat.

Perempuan kelahiran Jakarta, 17 Juli 1980 ini mendapat ilmu meracik rendang dari sang bunda.

"Ibu dari nenek saya asli Minang, jadi benar-benar menggunakan resep warisan leluhur�" kata Viny yang saat itu mengaku mengeluarkan modal Rp 2 jutaan untuk usaha jualan rendang.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved