Penggusuran Kalijodo
Daeng Aziz yang Terkenal di Kalijodo dan Perselisihannya dengan Kombes Krishna
Kalijodo pernah mencekam. Ada beberapa kelompok menakutkan disana.
Saat ditanya seberapa mengerikan Daeng Aziz, Krishna tak membesar-besarkannya.
"Ah biasa saja dia," kata Krishna ketika dihubungi Wartakotalive.com, Kamis (11/2).
Bahkan dalam bukunya Krishna menyebut kelompok-kelompok ini seperti 'mafioso' atau preman jika dialihkan ke bahasa Indonesia.
Tapi di buku Geger Kalijodo, Krishna menuliskan Daeng Aziz tidak dengan nama aslinya. Dia menulis Daeng Aziz dengan nama samaran, yakni 'bedul'.
Penelusuran Wartakotalive.com, kini warga Kalijodo amat menghormati dan segan dengan Daeng Aziz yang disebut 'bedul' oleh Krishna di bukunya.
Lurah dan Camat sama-sama menceritakan betapa mengerikannya Daeng Aziz dan menyebut bahwa kekuatan Jamal jauh berada dibawah Daeng Aziz.
Oleh para warga, Daeng Aziz disebut sebagai pria tua berusia nyaris menyentuh 60an dan punya sederet 'pasukan' yang siap membelanya.
Dia punya sebuah rumah besar di kawasan Kalijodo.
Beberapa orang, termasuk aparat setempat bahkan berujar, jangan datang ke Daeng Aziz tanpa perantara.
Paling baik untuk datang ke Daeng Aziz adalah melalui tokoh setempat, baik melalui RW atau Ketua LMK setempat.
Ketua RW 05 di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan dimana lokasi Kalijodo berada, Kunarso, mengaku saat ini bukan saat yang baik untuk bertemu Daeng Aziz.
Dalam sebuah pesan singkat dengan Wartakotalive.com pada Kamis (11/2), Kunarso menyebut sebaiknya nanti saja apabila hendak bertemu Daeng Aziz.
Kunarso menyebut situasi kini sedang sedikit panas.
Salah satu penyebabnya adalah rencana pembongkaran Kalijodo oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.(ote)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/krishna-murti_20160122_192542.jpg)