Penggusuran Kalijodo
Daeng Aziz yang Terkenal di Kalijodo dan Perselisihannya dengan Kombes Krishna
Kalijodo pernah mencekam. Ada beberapa kelompok menakutkan disana.
WARTA KOTA, SEMANGGI - Kalijodo pernah mencekam. Ada beberapa kelompok menakutkan disana.
Masihkah kelompok itu ada sekarang dan seberapa siap menghadang rencana Ahok membongkar Kalijodo?
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti menuliskan ini dalam bukunya berjudul 'Geger Kalijodo' yang terbit tahun 2004.
Buku itu berisi hasil penelitian Krishna untuk studi pasca sarjana di Program Kajian Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia.
Krishna pernah ikut terbenam di kasus konflik antar kelompok penguasa Kalijodo yang melelahkan di tahun 2002, saat dia menjabat Kapolsek Penjaringan.
Pangkatnya masih Ajun Komisaris saat itu, dia masih seorang pemuda berusia 32 tahun dengan masa pengabdian 12 tahun di kepolisian.
Kasus konflik itu akhirnya berujung pada penutupan rumah-rumah judi yang marak di tahun 2002.
Dalam buku itu digambarkan ada dua kelompok kuat disana, yakni kelompok bugis dan Mandar.
Kelompok Bugis dipimpin seorang pria bernama Daeng Aziz.
Sedangkan kelompok Mandar dipimpin oleh pria bernama Jamal.
Krishna sendiri pernah bersentuhan dengan pria bernama Daeng Aziz itu.
Dia pernah ditodong senjata api saat melerai keributan pada tahun 2002.
Tapi dia menantang balik sampai Daeng Aziz tak berani menembaknya.
Bahkan akhirnya Krishna berhasil membawa Daeng Aziz ke penjara karena kasus penodongan itu.
Dia kemudian dipenjara selama 3 bulan dan Krishna tak puas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/krishna-murti_20160122_192542.jpg)