10 Trayek Bus Besar Dipertahankan
Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta menata trayek bus-bus besar. Sebanyak 10 trayek bus dipertahankan keberadaannya.
Penulis: Mohamad Yusuf |
WARTA KOTA, BALAI KOTA-Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, tengah melakukan rerouting trayek pada bus-bus besar. Pembenahan trayek tersebut, dilakukan sebagai upaya revitalisasi angkutan umum di Jakarta.
Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan, bahwa pihaknya saat ini terus melakukan kajian untuk rerouting tersebut.
"Kami lakukan rerouting saat ini, karena masih banyak trayek yang saling berhimpitan dengan trayek lainnya. Khususnya oleh trayek bus TransJakarta," kata Andri, ketika dihubungi Warta Kota, Selasa (9/2/2016).
Menurut mantan Camat Jatinegara itu, sampai saat ini Pemerintah Provinsi DKI mengeluarkan sebanyak 124 trayek bus besar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 trayek yang memiliki perlintasan hingga ke luar perbatasan DKI atau daerah mitra seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
"Karena itu, 83 trayek tersebut, kami memfasilitasinya ke Kemenhub dan akan memutihkan trayek tersebut dari Jakarta. Jadi izinnya sekarang ke Kemenhub," katanya.
Sementara, sisanya, sebanyak 41 trayek, beroperasi di wilayah DKI Jakarta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 trayek sudah tidak beroparasi. Pasalnya, peminat dari trayek-trayek tersebut sangat kecil. Setiap pengoperasian, jumlah penumpang sedikit.
Salah satunya yaitu, trayek PPD 41A, Kampung Rambutan-Dr Sutomo dan Mayasari Bakti, Patas AC 03, Tanjungpriok-Kalideres.
Sementara, trayek Jasa Utama, 973 Rawamangun-Grogol dan Steady Safe, 921 Kampung Melayu-Terminal Blok M, juga telah dihapus.
Sedangkan sebanyak 11 trayek juga dihapus, karena sudah masuk dalam konsorsium TransJakarta, yaitu dengan menggunakan pembiayaan bersama suatu proyek atau perusahaan yang dilakukan oleh dua atau lebih bank atau lembaga keuangan.
Salah satunya, trayek Steady Safe 948, Tanjungpriok-Kampung Melayu, yang masuk konsorsium koridor 10, Cililitan-Tanjungpriok.
"Sedangkan sisanya, 18 trayek, masih kami pertahankan dan dipertimbangkan. Dengan rincian 10 trayek dipertahankan dan 8 trayek dipertimbangkan," kata Andri.
Salah satu trayek yang dipertahankan adalah PPD P41 Kampung Rambutan-Harmoni. Yang hanya memiliki persentase 50 persenn bersinggungan dengan koridor 7,9,10,10,4,2, TransJakarta. Dalam trayek tersebut terdapat 12 unit bus.
Sementara trayek yang dipertimbangkan, salah satunya Mayasari Bakti Patas AC02, Kampung Rambutan-Kalideres. Pasalnya dari 25 unit bus yang beroperasi pada trayek itu, memiliki persentase bersingungan sebanyak 90 persen dengan koridor 9 dan 3 TransJakarta.
Trayek yang dipertahankan, yaitu memiliki persentase bersinggungan tidak lebih dari 50 persen.