Selasa, 7 April 2026

Liga Indonesia

Agus Yuwono Pikirkan Langkah Banding ke Komdis PSSI

Mantan pelatih Gresik United, Agus Yuwono tengah berpikir untuk melakukan banding atas sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Penulis: Sigit Nugroho |

WARTA KOTA, PALMERAH - Mantan pelatih Gresik United, Agus Yuwono tengah berpikir untuk melakukan banding atas sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Keputusan Komdis PSSI menyebutkan Agus Yuwono dihukum berupa larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI selama 5 tahun.

Hukuman itu disebabkan Agus Yuwono dianggap mangkir dengan tidak memenuhi undangan dari Komdis PSSI untuk menjelaskan terkait dugaan pengaturan skor atau match fixing saat melatih Gresik United.

"Saya sedang intensif meminta pendapat dari ahli hukum terkait rencana banding. Saya juga sedang mengumpulkan dana untuk berangkat ke Jakarta, karena kondisi seperti sekarang membuat saya tidak mudah memperoleh uang untuk transportasi. Sampai sekarang saya belum mendapat klub untuk dilatih," kata Agus Yuwono kepada Super Ball, Senin (26/10).

Rencananya Agus Yuwono akan datang seorang diri ke Komdis PSSI.

Dia tidak sanggup membayar kuasa hukum sebagai pendampingnya.

Namun dirinya sedang memikirkan langkah yang tepat agar tidak ada pihak-pihak yang tersudutkan.

"Saya tidak terlibat di match fixing. Oleh karena itu, saya akan berusaha menjelaskan ke Komdis PSSI duduk permasalahan sesungguhnya tanpa menyudutkan pihak-pihak manapun, baik manajemen Gresik United dan PSSI. Karen pada dasarnya saya hanya menceritakan pengalaman saat ada orang yang meminta untuk mengatur skor, tetapi saya menolaknya," ujar Agus Yuwono.

Agus Yuwono berucap dari pembicaraan dengan ahli hukum, keputusan dari Komdis PSSI tidak memiliki kekuatan hukum, karena PSSI dalam status dibekukan oleh pemerintah.

Apalagi kalau alasan pemberian sanksi, karena dirinya tidak memenuhi panggilan Komdis PSSI.

"Sebenarnya saya sudah menjelaskan alasan saya tidak bisa memenuhi panggilan itu melalui email. Saya tidak punya dana untuk berangkat ke Jakarta. Sedangkan Komdis PSSI hanya menjanjikan dana transportasi sebesar Rp 1 juta. Itu tidak akan cukup. Oleh karenanya Komdis PSSI berjanji akan datang ke Malang untuk menemui saya. Tetapi nyatanya itu tidak dilakukan dan tiba-tiba saya diberikan sanksi. Ini merugikan saya tidak bisa melatih," jelas Agu Yuwono.

Agus Yuwono akan mencari waktu yang tepat untuk mendatangi Komdis PSSI.

"Saya punya waktu selama tiga bulan untuk melakukan banding. Saya akan menjelaskan alasan saya membeberkan pengalaman menemui match fixing dan tidak bisa memenuhi panggilan Komdis PSSI," ucap Agus Yuwono.

Sampai sekarang Agus Yuwono belum menerima surat resmi terkait sanksi yang diperolehnya itu.

"Sebelum sanksi diturunkan, saya tidak diajak berkomunikasi atau surat peringatan resmi dari Komdis PSSI. Malahan saya tahu ada sanksi itu dari media. Ini menjadi aneh, padahal menyangkut masa depan saya sebagai pelatih. Paling tidak sebelum dikeluarkan sanksi, ada surat peringatan terlebih dulu," tutur Agus Yuwono.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved