Citizen Journalism

Masih Soal Asap

Presiden harus tegas menindak mereka. Jangan hanya datang ke lokasi kebakaran dan hanya memanjat pos pemantau sekadar tengok kanan-kiri

TRIBUN PEKANBARU/Doddy Vladimir
Seorang anak bersepeda dengan menggunakan masker di Kota Pekanbaru, Riau. 

Bila berkaca dari pengalaman yang sudah-sudah, seharusnya pemerintah sadar bahwa bencana ini punya sebuah siklus. Sehingga, timbul kesan bahwa pemerintah tidak pernah belajar dari masa lalu.

Sudah sering kita kecolongan. Hutan-hutan kita dibakar oleh oknum kemaruk yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongannya.

Banyak korban jiwa karena asap tersebut. Dan banyak anak sekolah yang ketinggalan pelajaran karena sekolah terpaksa diliburkan.

Lebih lanjut, kita pun kehilangan kantung-kantung oksigen untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi Indonesia, dan bahkan bagi dunia.

Tentu saja, kita pun kehilangan banyak air untuk menghilangkan asap-asap tersebut. Jutaan liter terbuang sia-sia.

Padahal, di sisi lain Indonesia, masih banyak yang mengalami kekeringan di masa paceklik ini. Sungguh ironis.

Dari semua itu, apa yang sudah diperbuat pemerintah? Tidak banyak. Lebih kepada tindakan pengatasan ketimbang pencegahan.

Padahal, problem ini bila terus dibiarkan bisa menjadi problem peradaban.

Bayangkan saja, bila dari tahun ke tahun upaya pencegahan tidak dilakukan semaksimal mungkin, hasilnya bisa saja negara ini bangkrut hanya karena hal itu.

Dalam situasi bencana nasional yang seperti ini, hanya presiden yang mampu menggerakkan semua elemen masyarakat untuk menghakimi dan menuntut kerugian kepada para oknum pembakaran hutan.

Presiden harus tegas menindak mereka. Jangan hanya datang ke lokasi kebakaran dan hanya memanjat pos pemantau sekadar tengok kanan-kiri tanpa ada solusi cerdas.

Apalagi, bergaya sembari tidak menggunakan masker di tengah kabut asap. Sebagai lulusan kehutanan universitas terkemuka di Indonesia, kami semua menunggu solusi dari anda.

Endi Aulia Garadian,
Penulis adalah Anggota Komunitas Muda Cinta Sejarah (@komutasejarah)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved